Tottenham Siapkan Rekor Transfer demi Sandro Tonali, Gaji Naik 60 Persen
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mengajukan tawaran kedua senilai £75 juta untuk Sandro Tonali, namun ditolak Newcastle yang membanderol gelandang Italia itu £100 juta.
- Tonali dikabarkan telah sepakat secara lisan dengan pelatih Roberto De Zerbi untuk bergabung musim panas ini, dengan kenaikan gaji dari £8 juta menjadi £13 juta per tahun.
- Kedatangan Tonali berpotensi memicu kepergian Lucas Bergvall dan mengubah lini tengah Spurs, yang juga tengah memburu Mateus Fernandes dari West Ham.

Tottenham Hotspur kembali menegaskan ambisinya di bursa transfer musim panas ini dengan mengajukan tawaran kedua untuk gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, yang langsung ditolak. Klub asal London Utara itu kini harus bersiap memecahkan rekor transfer internal jika ingin memboyong pemain timnas Italia tersebut.
Menurut laporan yang dikutip dari Sky Italy, Newcastle mematok harga minimal £100 juta untuk Tonali—angka yang akan menjadi pembelian termahal dalam sejarah Tottenham. Tawaran kedua Spurs yang mencapai £75 juta dinilai masih jauh dari ekspektasi The Magpies, yang enggan melepas pemain incaran dengan harga murah setelah pengalaman serupa dengan Alexander Isak musim lalu.
Ketegasan Newcastle tak mengendurkan tekad manajemen Tottenham. CEO Vinai Venkatesham bahkan menghentikan sementara perburuan direktur olahraga baru untuk fokus penuh pada penguatan skuad. “Kami percaya pada orang-orang yang ada, tetapi jika ada yang bisa melengkapi tim, kami akan melakukannya di waktu yang tepat—dan jendela musim panas bukan waktunya,” ujarnya.
Di balik layar, Tonali dikabarkan telah memberikan janji pribadi kepada pelatih Roberto De Zerbi untuk bergabung musim panas ini. Jurnalis Sky Italy, Gianluca Di Marzio, melaporkan bahwa gelandang berusia 26 tahun itu bertekad menepati kata-katanya dan tengah berupaya meyakinkan Newcastle agar menerima kesepakatan. Kesepakatan gaji pun disebut telah diraih: dari £8 juta per tahun menjadi £13 juta—kenaikan lebih dari 60 persen.
Jika transfer ini terwujud, Tottenham harus merelakan kepergian Lucas Bergvall. Gelandang Swedia berusia 20 tahun itu dikabarkan telah menyatakan keinginan hengkang musim panas ini, yang bisa memberikan dana segar bagi Spurs untuk belanja pemain baru. Fokus Tottenham pun bergeser dari lini belakang ke tengah, setelah sebelumnya mengamankan Martin Dubravka, Andy Robertson, Marcos Senesi, dan Jan Paul van Hecke.
Mantan pemain Tottenham, Alan Hutton, menilai Tonali akan menjadi sosok pemimpin yang selama ini kurang di lini tengah Spurs. “Dia pemain yang bisa menguasai bola dan menciptakan peluang,” katanya. Pujian juga datang dari legenda Manchester United, Paul Scholes, yang bahkan lebih memilih Tonali ketimbang gelandang Arsenal, Declan Rice. “Rice terlalu banyak menyentuh bola dan kadang ingin terlihat lebih gaya dari yang diperlukan,” ujar Scholes dalam acara The Overlap musim lalu.
Selain Tonali, Tottenham juga dikaitkan dengan Mateus Fernandes dari West Ham United. Duet Tonali-Fernandes di bawah arahan De Zerbi bisa menjadi lini tengah baru yang menarik musim depan. Namun, semua masih tergantung pada negosiasi dengan Newcastle yang tak mudah.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi contoh bagaimana klub Premier League berani memecahkan rekor demi merebut pemain bintang. Dengan potensi kenaikan gaji fantastis, Tonali bisa menjadi salah satu gelandang termahal di liga. Pertanyaannya, akankah Tottenham mampu memenuhi tuntutan Newcastle atau harus mencari alternatif lain?



