Brandon Flowers Rilis Album Solo Country: Napak Tilas Masa Kecil di Utah
Baca dalam 60 detik
- Vokalis The Killers, Brandon Flowers, akan merilis album solo keempat bertajuk Thrasher yang mengangkat tema country sebagai penghormatan kepada sang ayah.
- Album ini direkam di Nashville dan menghadirkan musisi legendaris seperti Charlie McCoy serta produser Shawn Everett dan Jonathan Rado.
- Meski bergenre country, Flowers menegaskan tidak meninggalkan akar new wave dan rock 'n' roll, melainkan memperluas spektrum musiknya.

Brandon Flowers, vokalis The Killers, bersiap merilis album solo keempat bertajuk Thrasher yang secara emosional mendokumentasikan masa kecilnya di Nephi, Utah. Album ini menjadi penghormatan mendalam bagi sang ayah yang gemar memutar musik country-western, dari Johnny Cash hingga Waylon Jennings.
Dalam pernyataannya, Flowers mengaku semakin dewasa ia justru kembali menemukan resonansi pada musik favorit ayahnya. “Cerita-cerita yang saya bawa ternyata paling pas jika dibalut dalam tradisi indah Amerika ini,” ujarnya. Album ini merupakan kelanjutan dari The Desired Effect (2015) dan direkam di Nashville, ibu kota musik country.
Proses rekaman melibatkan sederet musisi papan atas: gitaris David Rawlings, pemain pedal steel Bruce Bouton, dan Charlie McCoy—pemain harmonika langganan Bob Dylan. Produser Shawn Everett dan Jonathan Rado kembali diajak bekerja sama, memastikan sentuhan modern tanpa meninggalkan esensi country klasik.
Flowers menegaskan bahwa langkah ini bukanlah perpindahan genre secara total. “Saya mencintai new wave dan rock 'n' roll, itu sudah terdokumentasi. Tapi hidup cukup panjang untuk memuat lebih banyak hal,” katanya, mengutip penyair Walt Whitman: “Aku besar, aku mengandung keberagaman.” Dalam video media sosial, ia menambahkan, “Kami bersenang-senang saat membuatnya. Ini bukan pelarian dari rock, saya hanya menemukan ruang untuk lebih banyak lagi.”
Album ini memuat lagu-lagu personal: “One Of Us” didedikasikan untuk mendiang iparnya, sementara “Miss America” menggambarkan pengalaman tumbuh di era 1980-an. Meski bergenre country, Thrasher disebut memiliki kemiripan nuansa dengan album The Killers seperti Sam’s Town dan Pressure Machine.
Bagi penggemar The Killers di Indonesia, album ini menawarkan perspektif baru tentang sisi lain dari sang frontman. Di tengah dominasi musik pop dan elektronik di industri Tanah Air, eksplorasi Flowers ke akar country bisa menjadi angin segar—atau setidaknya pengingat bahwa genre ini memiliki daya tarik universal. Pertanyaan besarnya: akankah Thrasher mampu menyamai kesuksesan komersial album-album The Killers, atau justru menjadi karya niche yang hanya dinikmati segelintir penggemar setia?



