30 Tahun Berselang, Sekuel Romy and Michele Akhirnya Mulai Syuting
Baca dalam 60 detik
- Mira Sorvino dan Lisa Kudrow memulai produksi sekuel film komedi klasik 1997, Romy and Michele's High School Reunion.
- Film ini akan tayang eksklusif di Hulu, tidak di bioskop, dengan sutradara Tim Federle dan naskah dari Robin Schiff.
- Sejumlah pemain asli kembali, termasuk Janeane Garofalo dan Alan Cumming, plus pendatang baru seperti Keegan-Michael Key.

Mira Sorvino dan Lisa Kudrow kembali beradu peran sebagai Romy dan Michele, tiga dekade setelah film komedi ikonik itu pertama kali dirilis. Sorvino mengaku hatinya 'bisa meledak' karena rasa syukur saat syuting hari pertama sekuel yang telah lama dinanti ini dimulai awal bulan ini.
Dalam unggahan video di Instagram, aktris peraih Oscar itu mendokumentasikan momen bersejarah: "Setelah 30 tahun, kami akhirnya memiliki sekuel. Ini adalah proyek impian terbesar yang pernah ada, dan saya tidak bisa lebih bersemangat lagi." Ia menambahkan keterangan bahwa hatinya penuh rasa terima kasih hingga nyaris meluap.
Proyek ini digarap oleh sutradara Tim Federle, sementara Robin Schiff—sang kreator karakter Romy dan Michele serta penulis naskah orisinal—kembali dipercaya menulis skenario sekuel. Berbeda dengan pendahulunya yang tayang di bioskop, film baru ini akan dirilis secara eksklusif sebagai Hulu Original melalui platform streaming.
Kembalinya para pemain asli menjadi daya tarik utama. Janeane Garofalo kembali sebagai Heather, Alan Cumming sebagai Sandy Frink, Camryn Manheim sebagai Toby, dan Julia Campbell sebagai Christie. Sejumlah nama baru seperti Keegan-Michael Key, Rob Huebel, Breckin Meyer, Patrick Warburton, dan Nathan Lee Graham juga bergabung dalam peran yang belum diungkap. Tak hanya pemain, perancang kostum Mona May yang mendandani Romy dan Michele dengan gaya fashionista khas tahun 90-an juga kembali untuk menjaga 'DNA' karakter.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini membawa nostalgia tersendiri. Film yang mengisahkan dua sahabat yang pulang ke Tucson untuk reuni sekolah menengah—dan berpura-pura menjadi pengusaha sukses penemu Post-it—telah menjadi favorit di kalangan penonton lokal, terutama melalui tayangan televisi kabel dan DVD bajakan pada era 2000-an. Kesuksesan film ini membuktikan bahwa komedi ringan dengan karakter yang 'konyol namun dicintai' memiliki tempat abadi di hati penonton.
Sorvino sebelumnya mengungkapkan bahwa ia ingin Romy dan Michele tetap 'relatable, bodoh, dan menggemaskan' seperti dulu. "Saya rasa mereka tidak banyak belajar selama bertahun-tahun, tetapi semangat pantang menyerah, persahabatan, dan kebodohan mereka tetap membuat semua orang menyayangi mereka," ujarnya kepada Us Weekly. Pertanyaan besarnya: akankah sekuel ini mampu menangkap kembali keajaiban yang sama, atau justru menjadi nostalgia yang dipaksakan?



