Benteng Kokoh Ghana: Inggris Gagal Bobol Gawang, Imbang Tanpa Gol
Baca dalam 60 detik
- Inggris dan Ghana bermain imbang 0-0 di laga kedua Grup L Piala Dunia 2026, setelah Inggris sebelumnya menang telak atas Kroasia.
- Ghana tampil disiplin dengan pertahanan rapat, membuat Inggris mendominasi penguasaan bola namun tanpa satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama.
- Hasil ini membuat kedua tim masih berpeluang lolos, sementara Kroasia dan Panama yang belum mengoleksi poin akan saling berhadapan.

Inggris gagal memanfaatkan momentum kemenangan perdana mereka atas Kroasia setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana dalam laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Foxborough, Selasa (23/6) waktu setempat. Hasil ini menjadi pukulan bagi skuad asuhan Thomas Tuchel yang sebelumnya tampil meyakinkan, namun kali ini harus puas berbagi angka dengan tim lawan yang tampil disiplin.
Sejak menit awal, Ghana yang datang dengan modal kemenangan dramatis 1-0 atas Panama, langsung menunjukkan niat untuk meredam agresivitas Inggris. Mereka bertahan dengan garis rendah dan rapat, membuat Harry Kane serta lini depan Inggris kesulitan menembus pertahanan. Statistik mencatat, Inggris menguasai bola hampir 80 persen sepanjang laga, namun hanya mampu menciptakan peluang setengah hati. Babak pertama bahkan menjadi yang pertama di turnamen ini tanpa satu pun tembakan tepat sasaran dari kedua tim.
Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, yang menukangi tim di Piala Dunia kelimanya, berhasil menerapkan strategi yang efektif. Pengalamannya sebagai asisten manajer Manchester United dua periode memberinya pemahaman mendalam tentang sepak bola Inggris. Asisten pelatih Inggris, Anthony Barry, mengakui bahwa Ghana bertahan lebih dalam dari perkiraan, menuntut kesabaran ekstra dari anak asuhnya.
Tuchel melakukan sejumlah pergantian di babak kedua untuk mencari gol. Bukayo Saka dan Nico O'Reilly dimasukkan pada menit ke-65, disusul Morgan Rogers dan Eberechi Eze sepuluh menit kemudian, serta Marcus Rashford di akhir laga. Namun, Ghana yang mengandalkan kecepatan Antoine Semenyo dan Prince Kwabena Adu justru beberapa kali mengancam lewat serangan balik.
Peluang terbaik Inggris datang pada menit ke-86 saat sundulan O'Reilly mengenai mistar gawang, dan bola rebound yang disambar Kane melambung di atas gawang. Ghana bertahan mati-matian di menit-menit akhir, memastikan laga berakhir tanpa gol. Hasil ini membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin, unggul empat angka atas Kroasia dan Panama yang akan bertemu di laga berikutnya.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa sepak bola modern tidak selalu dimenangkan oleh dominasi penguasaan bola. Timnas Indonesia, yang kerap dihadapkan pada lawan dengan pertahanan rapat, bisa belajar dari strategi Ghana yang disiplin dan efektif. Selain itu, kegagalan Inggris memanfaatkan peluang menunjukkan pentingnya ketajaman di depan gawang, sebuah aspek yang juga menjadi pekerjaan rumah bagi skuad Garuda.
Dengan dua pertandingan tersisa di Grup L, persaingan menuju babak 16 besar masih terbuka lebar. Inggris akan menghadapi Panama yang belum meraih poin, sementara Ghana berhadapan dengan Kroasia. Pertanyaan besarnya: mampukah Inggris bangkit dan menunjukkan tajinya, atau justru Ghana yang akan mencuri satu tempat ke fase gugur?



