Belgium Rotasi Besar-besaran, Lukaku Dicadangkan di Laga Krusial Lawan Selandia Baru
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Belgia Rudi Garcia melakukan lima perubahan starting XI untuk laga hidup mati Grup G Piala Dunia melawan Selandia Baru.
- Romelu Lukaku, yang belum mencetak gol di turnamen, harus rela duduk di bangku cadangan.
- Selandia Baru hanya melakukan dua pergantian setelah kekalahan dari Mesir, dengan Chris Wood tetap menjadi ujung tombak.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengambil langkah berani dengan merombak susunan pemain secara besar-besaran jelang laga penentuan Grup G Piala Dunia melawan Selandia Baru, Jumat (26/6) waktu setempat. Sebanyak lima perubahan dilakukan pada tim yang sebelumnya ditahan imbang 0-0 oleh Iran, termasuk mencoret nama bomber andalan Romelu Lukaku dari daftar starter.
Keputusan Garcia menepikan Lukaku menjadi sorotan utama. Penyerang berusia 32 tahun itu hingga kini masih belum juga menemukan sentuhan golnya di turnamen. Sebagai gantinya, Garcia mempercayakan lini depan kepada Charles De Ketelaere yang akan berduet dengan Leandro Trossard dan Jeremy Doku. Doku sendiri kembali masuk tim utama setelah pulih dari sakit dan absen singkat usai kelahiran putranya.
Selain Lukaku, Garcia juga mencoret Thomas Meunier, Nicolas Raskin, dan Alexis Saelemaekers dari susunan awal. Bek Nathan Ngoy dipastikan absen karena menjalani sanksi larangan bermain setelah mendapat kartu merah saat melawan Iran. Di sisi lain, Selandia Baru yang datang dengan modal kekalahan 1-3 dari Mesir hanya melakukan dua perubahan. Pelatih Darren Bazeley mencoret Michael Boxall dan Callum McCowatt, dan tetap mengandalkan kapten Chris Wood sebagai ujung tombak.
Laga ini menjadi krusial bagi kedua tim. Belgia yang saat ini berada di posisi kedua klasemen Grup G wajib meraih kemenangan untuk menjaga asa lolos ke babak 16 besar. Sementara Selandia Baru yang berada di dasar klasemen masih memiliki peluang matematis untuk lolos, meski harus bergantung pada hasil pertandingan lain. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, pertandingan ini juga menarik karena menunjukkan bagaimana tim-tim besar seperti Belgia harus beradaptasi di turnamen global, mengingat Timnas Indonesia juga tengah berjuang meningkatkan performa di level internasional.
Dengan komposisi baru, Belgia diharapkan lebih agresif dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Namun, absennya Lukaku yang merupakan top skor sepanjang masa Belgia tetap menjadi tanda tanya. Mampukah De Ketelaere dan kolega mengisi kekosongan yang ditinggalkan sang bomber? Atau justru keputusan Garcia ini akan menjadi bumerang bagi tim berjuluk Setan Merah tersebut?



