Kawah Tertua di Bumi Berusia 3 Miliar Tahun: Bukti Baru dari Australia
Baca dalam 60 detik
- Studi terbaru memastikan kawah North Pole Dome di Australia Barat terbentuk 3,024 miliar tahun lalu, menjadikannya struktur tubrukan tertua yang diketahui.
- Para ilmuwan menggunakan mineral zirkon dan apatit sebagai 'jam' untuk menentukan usia, mengatasi perdebatan sebelumnya yang memperkirakan rentang waktu sangat luas.
- Penemuan ini membuka jendela ke masa awal Bumi yang penuh kekerasan, sekaligus menantang asumsi tentang pelestarian kawah purba.

Di wilayah Pilbara, Australia Barat, para peneliti berhasil memastikan bahwa kawah tubrukan meteorit tertua di Bumi terbentuk 3,024 miliar tahun lalu. Temuan yang dipublikasikan di jurnal Geology ini sekaligus mengakhiri perdebatan panjang mengenai usia struktur yang dikenal sebagai North Pole Dome tersebut.
Kawah ini pertama kali diidentifikasi pada 2025 melalui keberadaan shatter conesโgaris-garis halus berbentuk kipas pada batuan yang hanya terbentuk akibat gelombang kejut meteorit. Namun, saat itu para ilmuwan belum bisa memastikan kapan tepatnya tubrukan terjadi. Perkiraan awal bervariasi dari 2,7 miliar hingga 400 juta tahun lalu, rentang yang mencakup setengah sejarah Bumi.
Untuk memecahkan teka-teki ini, tim peneliti dari berbagai institusi beralih ke metode penanggalan mineral. Mereka menganalisis kristal zirkon dan apatit yang ditemukan di dalam batuan yang mengalami guncangan. Zirkon, yang mengandung uranium dan meluruh menjadi timbal, berfungsi sebagai jam geologis yang akurat. Dua jenis zirkon ditemukan: satu kelompok berusia lebih dari 3,4 miliar tahun yang mencerminkan batuan asli, dan kelompok lain berbentuk 'kerangka' yang terbentuk akibat proses cepat saat tubrukan. Kelompok kedua ini memberikan usia sekitar 3 miliar tahun.
Untuk memastikan, para peneliti juga menguji apatit, mineral fosfat yang tumbuh ketika fluida panas mengalir melalui batuan retakโkondisi yang lazim terjadi setelah tubrukan. Apatit dari lokasi yang sama memberikan usia yang identik, memperkuat kesimpulan bahwa peristiwa tubrukan terjadi sekitar 3,02 miliar tahun lalu. "Dua jam yang berbeda, pada mineral dan batuan yang berbeda, menunjuk pada peristiwa yang sama," tulis para peneliti dalam laporan mereka.
Konteks Indonesia: Temuan ini relevan bagi geolog dan akademisi di Indonesia yang mempelajari batuan purba. Indonesia memiliki batuan tertua di Sumatera dan Kalimantan yang berusia hingga ratusan juta tahun, namun belum ada struktur tubrukan meteorit purba yang teridentifikasi. Metode penanggalan mineral yang digunakan dalam studi ini dapat diadopsi untuk meneliti batuan dasar di wilayah Indonesia, terutama di daerah yang memiliki sejarah tektonik kompleks. Selain itu, pemahaman tentang dampak tubrukan meteorit pada awal Bumi membantu ilmuwan memprediksi risiko tubrukan di masa depan, yang relevan bagi sistem mitigasi bencana di kawasan rawan tubrukan seperti Indonesia.
Para peneliti menekankan bahwa temuan ini menunjukkan sejarah awal Bumi tidak sepenuhnya hilang, meskipun sulit dibaca. Berbeda dengan Bulan yang permukaannya dipenuhi kawah, Bumi terus-menerus menghancurkan permukaan purbanya melalui erosi, penguburan, dan lempeng tektonik. North Pole Dome selamat karena berada di daerah yang relatif stabil secara geologis. "Batuan ini adalah halaman langka dari masa muda Bumi yang penuh kekerasan, dengan tanggal masih tertulis di dalam batu," demikian pernyataan tim peneliti.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah masih ada kawah purba lain yang tersembunyi di bawah permukaan Bumi. Dengan teknik penanggalan yang semakin canggih, bukan tidak mungkin para ilmuwan akan menemukan lebih banyak 'halaman' dari buku sejarah planet kita yang hilang.



