Antusiasme Masyarakat Melonjak: Bakti Kesehatan Polda Riau Tembus 2.400 Peserta, Lampaui Target 15 Persen
Baca dalam 60 detik
- Polda Riau menyelenggarakan 14 jenis layanan medis gratis dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, melampaui target awal 1.432 peserta dengan capaian lebih dari 2.400 orang.
- Kapolda Riau menyoroti dominasi hipertensi dan diabetes di wilayahnya, mendorong screening berkala berkelanjutan pasca-acara.
- Kegiatan ini melibatkan 15 rumah sakit mitra dan berbagai instansi, menandai kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan akses kesehatan masyarakat.

Lebih dari 2.400 warga Riau membanjiri Grand Central Hotel Pekanbaru pada Selasa (23/6/2026) untuk mengikuti bakti kesehatan yang digelar Polda Riau dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Angka partisipasi ini melonjak 15 persen dari target awal 1.432 orang, menandakan antusiasme tinggi masyarakat terhadap layanan medis gratis yang disediakan.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang hadir langsung dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa capaian ini sekaligus menjadi indikator meningkatnya kesadaran warga akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. "Dari target yang sudah disampaikan, ada peningkatan sejumlah 15 persen, dari target 1.432, tetapi capaiannya sudah 2.400 lebih," ujarnya di sela kegiatan.
Sebanyak 14 jenis pelayanan kesehatan disediakan secara gratis, mulai dari pengobatan umum, spesialis, cek kesehatan, pelayanan gigi, operasi katarak dan bibir sumbing, khitanan massal, bedah minor, hingga program Keluarga Berencana (KB). Tak hanya itu, Polda Riau bersama Dinas Kesehatan juga menggelar donor darah, pemeriksaan laboratorium, pemberian vitamin dan imunisasi, deteksi dini stunting, serta pemberian kacamata dan alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Di balik angka partisipasi yang menggembirakan, Kapolda Riau menyoroti peta kerawanan penyakit di Provinsi Riau yang didominasi oleh hipertensi dan diabetes. Ia menginstruksikan jajarannya untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial ini saja. "Saya meminta agar terus dilakukan kolaborasi dan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan serta seluruh pihak terkait untuk memperluas akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan screening kesehatan berkala," tegasnya.
Langkah ini dinilai penting mengingat hipertensi dan diabetes kerap tidak menunjukkan gejala awal, namun dapat memicu komplikasi fatal seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Dengan screening rutin, diharapkan warga dapat mendeteksi risiko sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Kegiatan ini melibatkan 15 rumah sakit mitra, jajaran tenaga medis, tenaga kesehatan, serta para relawan. Kehadiran Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kadiskes Riau yang mewakili Plt Gubernur, Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris, dan BNNP Riau menunjukkan sinergi lintas sektor yang terbangun.
Bakti kesehatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang puncaknya jatuh pada 1 Juli 2026. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga merekatkan ikatan emosional antara Polri dan masyarakat. Pertanyaan selanjutnya adalah: dapatkah model kolaborasi seperti ini direplikasi secara berkala di seluruh wilayah Riau, mengingat tingginya kebutuhan akses kesehatan di daerah?



