Olivia Rodrigo: Jalan Kaki ke Supermarket Sumber Kebahagiaan di Tengah Hidup yang Tak Biasa
Baca dalam 60 detik
- Olivia Rodrigo mengaku hidupnya tidak normal sejak kecil sebagai aktor, sehingga aktivitas sederhana seperti jalan kaki ke supermarket memberinya kebahagiaan.
- Pelantun 'Drivers License' ini kini belajar menikmati sisi ringan hidup, menyadari bahwa kesalahan dalam bermusik tidak sefatal profesi dokter bedah otak.
- London menjadi kota favoritnya karena memberi kebebasan spontanitas dan rasa normal, bahkan menginspirasi sebagian besar album barunya.

Olivia Rodrigo, bintang pop di balik lagu You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love, mengaku bahwa kebahagiaan terbesarnya justru datang dari hal-hal sederhana seperti berjalan kaki ke supermarket. Dalam wawancara terbaru dengan Pitchfork, penyanyi 21 tahun itu menceritakan bagaimana hidupnya yang tidak biasa sejak kecil membuatnya sangat menghargai momen-momen biasa yang sering dianggap remeh oleh orang lain.
Rodrigo memulai karirnya sebagai aktor cilik, dan sejak saat itu, ia merasa hidupnya berjalan di jalur yang berbeda dari kebanyakan orang. "Saya sudah lama hidup dalam ketidaknormalan," ujarnya. "Saya mendapatkan begitu banyak kebahagiaan hanya dari berjalan kaki ke supermarket, atau bertemu teman-teman di bar." Baginya, aktivitas semacam itu adalah cara untuk melawan kecenderungan menjadi tertutup yang sering dialami para selebritas.
Dalam industri hiburan yang serba cepat, Rodrigo mengaku ada tekanan untuk tetap berada di dalam rumah dan menjaga jarak. Namun, ia kini berusaha untuk "memperluas diri" dan menikmati interaksi sosial yang sederhana. "Kamu semacam didorong untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu โ lebih mudah untuk tetap di dalam, tetap terisolasi. Saya mencoba untuk keluar dan menjangkau lebih luas," tambahnya.
Selain itu, Rodrigo juga mengungkapkan perubahan perspektifnya terhadap kehidupan sebagai seorang bintang. Ia mengaku mulai merangkul sisi yang lebih ringan dari hidup. "Saya sangat serius dengan pekerjaan saya. Seni dan penulisan lagu adalah hal yang sangat saya seriusi. Tapi di sisi lain, tidak ada yang benar-benar penting," katanya. Ia menyadari bahwa profesi musisi bukanlah seperti dokter bedah otak yang nyawa pasien dipertaruhkan. "Kita hidup dalam kehidupan yang sangat istimewa," pungkasnya.
Bagi penggemar di Indonesia, pengakuan Rodrigo ini mungkin terasa relevan di tengah tekanan sosial media dan budaya selebritas yang kerap menampilkan kehidupan glamor. Banyak artis Tanah Air juga mengaku kesulitan menikmati momen pribadi karena sorotan publik. Kisah Rodrigo menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam kesederhanaan, bukan dalam gemerlap panggung.
Rodrigo juga menyoroti kecintaannya pada London, kota yang memberinya kebebasan untuk berjalan kaki ke pub dan bertemu teman tanpa gangguan. "Saya merasa sangat normal di sini, sangat dewasa. Saya bisa jalan ke pub dan bertemu teman. London adalah kota yang mendorong spontanitas," ujarnya kepada BBC. Ia bahkan belajar menikmati hujan khas Inggris, yang justru menginspirasinya untuk menulis lagu. "Mungkin karena sering hujan, jadi yang kamu ingin lakukan hanyalah di dalam rumah dengan gitar dan menulis," katanya.
Tak hanya London, Manchester juga memberikan inspirasi besar bagi Rodrigo. Kota kelahiran band-band legendaris seperti Oasis, The Smiths, Joy Division, dan The Stone Roses membuatnya terkesan. "Beberapa tahun lalu saya menghabiskan waktu di Manchester, dan hujannya deras sekali. Saya berpikir, 'Pantas saja banyak band hebat berasal dari Manchester!'".
Dengan album baru yang sebagian besar ditulis di London, Rodrigo seolah menemukan formula kreatif yang tepat. Pertanyaannya, akankah ia terus mencari inspirasi dari kota-kota berhujan lainnya, atau justru akan merindukan California yang cerah? Yang jelas, bagi Rodrigo, kebahagiaan kini tidak lagi diukur dari panggung megah, melainkan dari langkah kaki di trotoar basah.



