Mentality First: Vokalis December 10 Mundur dari Tur Eropa demi Kesehatan Mental
Baca dalam 60 detik
- Danny Bretherton, vokalis remaja December 10, membatalkan partisipasinya dalam tur Eropa grup setelah mengumumkan jeda untuk pemulihan mental.
- Keputusan ini dipicu oleh kritik daring atas komentar masa lalu yang dianggap tidak pantas, namun band sepenuhnya mendukung langkah tersebut.
- Kasus ini menyoroti tekanan psikologis yang dihadapi artis muda di era media sosial, relevan dengan fenomena serupa di industri hiburan Indonesia.

Danny Bretherton, vokalis berusia 17 tahun dari grup musik December 10 yang meroket lewat ajang pencarian bakat Simon Cowell, The Next Act di Netflix, resmi mundur dari rangkaian tur Eropa bertajuk December 10: The Next Step. Keputusan ini diambil setelah ia mengumumkan perlunya waktu istirahat untuk fokus pada kesehatan mentalnya, di tengah tekanan publik yang meningkat.
Menurut sumber yang dekat dengan band, Bretherton saat ini tengah menjalani pemulihan dan mendapatkan dukungan profesional. โDanny benar-benar serius menjaga kesehatan mentalnya. Itu sebabnya ia mengambil jeda sekarang,โ ujar sumber tersebut kepada The Sun. Band disebut mendukung penuh keputusan itu dan tetap berkomitmen memberikan pertunjukan terbaik bagi penggemar di Amsterdam, yang dijadwalkan pada 26 Juni 2026.
Keputusan Bretherton muncul setelah ia menjadi sasaran kritik di media sosial terkait komentar-komentar yang dianggap tidak pantas di masa lalu. Dalam pernyataan resmi, December 10 menegaskan bahwa kesehatan mental adalah prioritas utama. โKami selalu berbicara tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan mendapatkan bantuan saat dibutuhkan. Sekarang giliran Danny yang fokus pada hal itu,โ tulis band dalam pernyataan mereka.
Spekulasi tentang kepergian Bretherton semakin kuat setelah ia absen dari foto promosi terbaru yang menampilkan anggota lain: Nicolas Alves, Josh Olliver, Hendrik Christoffersen, Sean Hayden, John Fadare, dan Cruz Lee-Ojo. Menanggapi spekulasi tersebut, Bretherton membuat video di TikTok untuk meminta maaf. โMelihat kembali beberapa tindakan saya, saya paham mengapa ini menimbulkan kekecewaan dan rasa sakit. Saya benar-benar minta maaf. Saya dulu tidak cukup memikirkan bagaimana perilaku saya bisa memengaruhi orang lain,โ katanya.
Fenomena ini bukanlah hal baru di industri musik global. Banyak artis muda yang harus berhadapan dengan tekanan ekspektasi publik dan serangan daring, yang kerap berdampak pada kondisi psikologis mereka. Di Indonesia, kasus serupa juga kerap terjadi, di mana para musisi dan selebriti muda harus mengambil jeda akibat tekanan mental. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental di kalangan artis, terutama yang masih remaja, perlu mendapat perhatian lebih serius dari industri dan penggemar.
Bretherton sendiri sebelumnya memuji Simon Cowell sebagai mentor yang sangat mendukung. โKami sering berbicara. Beberapa waktu lalu kami semua di rumahnya untuk barbekyu, santai, sekaligus membahas langkah selanjutnya. Kami tidak bisa meminta pembimbing yang lebih baik,โ ujarnya kepada ContactMusic.com. Dukungan dari figur seperti Cowell diharapkan dapat membantu Bretherton pulih dan kembali ke panggung.
Ke depan, pertanyaan besar yang menggantung adalah apakah Bretherton akan kembali bergabung dengan December 10 setelah masa istirahatnya, atau justru memilih jalur solo. Yang jelas, langkah ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, ada manusia muda yang rentan dan butuh ruang untuk sembuh.



