XRP Terus Merosot, Sentimen Pasar Kripto Makin Muram
Baca dalam 60 detik
- Harga XRP turun 2% ke $1,11 dalam 24 jam terakhir, memperpanjang pelemahan mingguan menjadi 10%.
- Tekanan berasal dari arus keluar ETF Bitcoin spot yang mencapai rekor $6,35 miliar dalam 30 hari, menyeret seluruh pasar.
- Level support $1,10 menjadi kunci; jika ditembus, XRP berpotensi turun ke $1,05 dalam waktu dekat.

Harga Ripple (XRP) kembali terperosok ke level $1,11 pada perdagangan terakhir, menambah deretan hari merah selama sepekan terakhir. Dalam 24 jam, aset digital ini kehilangan 2% nilainya, sementara secara mingguan akumulasi kerugian mencapai 10%โsebuah sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap token ini kian menipis.
Penurunan XRP tidak berdiri sendiri. Pasar kripto secara keseluruhan sedang dilanda arus keluar besar-besaran dari produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Data menunjukkan, selama enam pekan berturut-turut, dana yang keluar mencapai $6,35 miliarโrekor tertinggi dalam 30 hari. Kondisi ini diperparah oleh lingkungan makro yang tidak bersahabat: inflasi tinggi dan dolar AS yang kuat membuat aset berisiko seperti kripto kian tidak menarik.
Volume perdagangan spot XRP tercatat $412,3 juta, sementara volume futures mencapai $2,4 miliar. Namun, likuidasi posisi futures senilai $5,7 juta dalam periode yang sama mengindikasikan bahwa banyak pedagang yang terpaksa menutup posisi akibat pergerakan harga yang tidak menguntungkan. Open interest XRP saat ini berada di $2,59 miliar, menandakan bahwa pasar masih dalam proses penyesuaian leverage.
Dari sisi teknikal, XRP gagal bertahan di atas level pivot $1,14 yang selama ini dianggap sebagai zona distribusi. Kini, token tersebut diperdagangkan di bawah semua rata-rata pergerakan utamaโ50-hari di $1,30 dan 200-hari di $1,54. Relative Strength Index (RSI) berada di angka 39,45, mengonfirmasi momentum bearish meskipun belum memasuki wilayah oversold. Para analis menilai bahwa struktur pasar saat ini lemah, dengan aksi jual yang cepat membatasi setiap upaya rebound jangka pendek.
โXRP bergerak mengikuti Bitcoin, bukan karena sentimen spesifik terhadap Ripple. Selama arus keluar ETF Bitcoin belum berbalik, sulit mengharapkan pemulihan berarti,โ ujar seorang analis pasar kripto yang enggan disebutkan namanya.
Bagi investor di Indonesia, pelemahan XRP ini perlu dicermati mengingat popularitas aset ini di kalangan trader lokal. Meski Ripple tengah berupaya memperluas tenaga kerja di bidang kecerdasan buatan, langkah tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan eksternal. Selain itu, jadwal escrow unlock 1 miliar XRP sekitar 1 Juli mendatang kerap menjadi perhatian, meskipun secara historis peristiwa ini hanya menimbulkan volatilitas terbatas karena sudah diantisipasi pasar.
Ke depan, level $1,10 menjadi garis hidup terakhir XRP. Jika harga mampu ditutup di atas $1,20, ada peluang perubahan struktur jangka pendek. Namun, jika support $1,10 jebol dan ditutup di bawahnya, para pelaku pasar memperkirakan pergerakan cepat menuju $1,05. Pertanyaan besarnya: akankah ada katalis positif yang mampu mengubah arah, atau XRP akan terus terombang-ambing dalam tren bearish?



