Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Supiori Papua, BMKG Rilis Peringatan Dini
Baca dalam 60 detik
- Guncangan tektonik berkekuatan 5,3 magnitudo melanda wilayah timur laut Supiori, Papua, pada Selasa pagi.
- Pusat gempa berada di kedalaman 38 kilometer, tidak berpotensi tsunami menurut analisis awal BMKG.
- BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan meski data masih bersifat sementara.

Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Supiori, Papua, pada Selasa (23/6/2026) pukul 08.56 WIB, memicu kewaspadaan warga di kawasan timur laut Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di koordinat 11,68 Lintang Utara dan 140,54 Bujur Timur, tepatnya 1.482 kilometer di timur laut Supiori, dengan kedalaman 38 kilometer.
Meski pusat gempa berada di laut, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, guncangan dirasakan cukup kuat di beberapa titik di daratan Supiori dan sekitarnya. “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG melalui akun resmi X, menekankan sifat sementara dari data awal.
Wilayah Papua memang dikenal sebagai salah satu zona seismik aktif di Indonesia. Pertemuan lempeng Indo-Australia dan Pasifik di utara Papua kerap memicu gempa dangkal hingga menengah. Gempa kali ini, dengan kedalaman 38 km, tergolong dangkal dan berpotensi menimbulkan kerusakan ringan jika pusatnya dekat permukiman. Namun, jarak episenter yang sangat jauh dari daratan—lebih dari 1.400 km—mengurangi risiko dampak langsung.
BMKG terus memantau aktivitas seismik di kawasan tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. “Pastikan informasi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal resmi,” demikian pernyataan lembaga itu. Masyarakat di sekitar Supiori diharapkan tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang umum terjadi pasca-gempa utama.
Bagi Indonesia, gempa ini menjadi pengingat akan posisi geografis negara yang berada di Cincin Api Pasifik. Hampir setiap pekan, wilayah timur Indonesia seperti Papua, Maluku, dan Sulawesi mengalami guncangan tektonik. Pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, terutama di daerah terpencil yang akses bantuannya terbatas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa.
Ke depan, akurasi data gempa akan terus diperbarui seiring masuknya informasi dari stasiun seismograf tambahan. Pertanyaan yang mengemuka: apakah infrastruktur peringatan dini di Papua sudah cukup menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di pulau-pulau kecil seperti Supiori?



