Amar Bank Tebar Dividen Rp110,1 Miliar, Yield Saham Capai 6,11%
Baca dalam 60 detik
- RUPST Amar Bank 2026 menyetujui pembagian dividen tunai Rp110,1 miliar dari laba bersih 2025 sebesar Rp249,6 miliar.
- Setiap saham AMAR berhak atas dividen Rp6,11, dengan cum date di pasar reguler pada 26 Juni 2026.
- Jadwal pembayaran dividen ditetapkan pada 17 Juli 2026, menandai komitmen bank digital terhadap imbal hasil pemegang saham.

PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp110,1 miliar kepada para pemegang sahamnya, atau setara Rp6,11 per saham, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026. Keputusan ini menggunakan laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp249,6 miliar, menunjukkan rasio pembayaran dividen yang cukup tinggi, yakni sekitar 44,1%.
Bagi investor, pengumuman ini menjadi sinyal positif di tengah persaingan ketat industri perbankan digital. Amar Bank, yang dikenal sebagai salah satu pionir bank digital di Indonesia, berhasil mencetak laba bersih yang solid, memungkinkan distribusi dividen yang menarik. Dengan harga saham terkini, yield dividen mencapai sekitar 6,11%, menjadikannya salah satu saham perbankan dengan imbal hasil dividen kompetitif di bursa.
Manajemen Amar Bank telah merilis jadwal lengkap pembagian dividen. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 26 Juni 2026, sementara ex dividen di pasar yang sama jatuh pada 29 Juni 2026. Adapun cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 30 Juni 2026, dengan ex dividen pada 1 Juli 2026. Pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada recording date 30 Juni 2026 berhak menerima dividen yang akan dibayarkan pada 17 Juli 2026.
Keputusan ini menjadi perhatian bagi investor ritel dan institusi yang mengincar pendapatan pasif dari saham perbankan. Di tengah tren kenaikan suku bunga acuan, dividen tunai menjadi alternatif menarik dibandingkan deposito. Analis menilai langkah Amar Bank menunjukkan kepercayaan diri terhadap likuiditas dan prospek bisnis ke depan, meskipun tantangan seperti tekanan biaya dana dan regulasi tetap ada.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya investor pasar modal, momen ini bisa dimanfaatkan untuk mempertimbangkan masuk atau menambah posisi di saham AMAR sebelum cum date. Namun, perlu diingat bahwa harga saham bisa berfluktuasi setelah ex dividen. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Amar Bank mampu mempertahankan laba dan kebijakan dividen di tahun-tahun mendatang seiring ekspansi bisnis digitalnya.



