Matthew McConaughey Sebut 'How to Lose a Guy in 10 Days' Film Rom-Com Favoritnya yang Masih Menghasilkan Cuan
Baca dalam 60 detik
- Aktor Matthew McConaughey mengaku film 'How to Lose a Guy in 10 Days' (2003) sebagai rom-com terbaiknya dan masih memberinya royalti besar hingga kini.
- Film tersebut menjadi 'mesin uang' baginya, dengan cek royalti rutin setiap Maret usai momen Valentine, bahkan melebihi pendapatan dari film-film lain.
- McConaughey dan Kate Hudson sama-sama terbuka untuk sekuel, namun belum ada perkembangan; sang aktor juga sempat hengkang ke Texas karena bosan dikotak-kotakkan sebagai bintang rom-com.

Matthew McConaughey, aktor pemenang Oscar, secara blak-blakan menyebut film How to Lose a Guy in 10 Days sebagai karya rom-com paling ia banggakan. Bukan hanya karena nilai sinematiknya, film yang dirilis pada 2003 itu ternyata masih menjadi sumber penghasilan yang mengalir deras hingga hari ini, bahkan melebihi film-film lain yang pernah ia bintangi.
Dalam wawancara terbaru di podcast Happy Sad Confused, McConaughey mengungkapkan bahwa film yang juga dibintangi Kate Hudson tersebut adalah "hadiah yang terus memberi". Ia bahkan menyebut pendapatan dari film itu sebagai "uang kotak surat" terbesar yang pernah ia terima sepanjang kariernya. "Itu masih membayar uang kotak surat terbaik dari film apa pun yang pernah saya lakukan. Jauh. Jauh sekali," ujarnya.
Fenomena menarik terjadi setiap tahun: McConaughey rutin menerima cek royalti besar pada bulan Maret, tepat setelah Hari Valentine. Hal ini terjadi karena film tersebut selalu diputar ulang di berbagai platform, baik DVD, kabel, maupun layanan streaming. "Ketika dulu masih DVD atau kabel, setiap bulan Maret saya mendapat cek besar karena Valentine," kenang aktor berusia 56 tahun itu.
Bagi McConaughey, How to Lose a Guy in 10 Days bukan sekadar film rom-com biasa. Ia menyebutnya sebagai "jangkar" dalam genre tersebut. "Film itu benar-benar jangkar dalam genre rom-com sepanjang masa," tegasnya. Pernyataan ini muncul di tengah tren industri film yang mulai meninggalkan genre rom-com, membuat pernyataan McConaughey menjadi relevan bagi para sineas dan pengamat film.
Kesuksesan film ini juga membuka peluang kolaborasi kembali antara McConaughey dan Kate Hudson. Dalam wawancara dengan Entertainment Tonight, McConaughey mengungkapkan kekagumannya pada Hudson. "Dia menyenangkan untuk diajak bekerja sama! Dia rock and roll," pujinya. Ia juga menekankan pentingnya chemistry antar pemain dalam film rom-com. "Untuk rom-com yang berhasil, dua pemeran utama harus punya chemistry yang membuat penonton berkata, 'Saya percaya! Saya ingin berada di sana!'".
Soal sekuel, Kate Hudson sebelumnya mengaku terbuka pada Watch What Happens Live pada 2024. "Yang terpenting adalah naskahnya dan apakah Matthew serta saya menyukainya. Saya pikir kami berdua sangat terbuka, tapi itu belum pernah terjadi," ujarnya. Pernyataan ini memicu spekulasi di kalangan penggemar, meski hingga kini belum ada kabar lanjutan.
Di balik kesuksesan rom-com-nya, McConaughey pernah mengalami masa jenuh. Ia mengaku pindah ke Texas karena lelah dijuluki "pria rom-com" di Hollywood. Dalam podcast Good Trouble, ia menceritakan bahwa meski jalur itu menguntungkan, ia merasa terkotak-kotakkan. "Saya adalah pria rom-com, itu jalur saya, dan saya suka jalur itu. Tapi jalur itu membuat saya sangat kuat di sana sehingga hal lain di luar itu, seperti drama, selalu ditolak. Hollywood berkata, 'tidak, tidak, tidak, kamu harus tetap di sana'," kenangnya.
Keputusan berani itu membawanya pada peran-peran yang lebih menantang, seperti dalam Dallas Buyers Club yang mengantarnya meraih Oscar. Ia bahkan membuat perjanjian dengan istrinya untuk tidak kembali bekerja kecuali mendapat peran yang ia inginkan. "Saya berhenti melakukan apa yang saya lakukan, pindah ke peternakan di Texas, dan membuat perjanjian dengan istri saya: saya tidak akan kembali bekerja kecuali ditawari peran yang saya inginkan," ungkapnya.
Kisah McConaughey ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan komersial tidak selalu sejalan dengan kepuasan artistik. Bagi para penggemar di Indonesia yang menikmati film-film rom-com era 2000-an, pernyataan McConaughey mungkin membangkitkan nostalgia. Namun, pertanyaan besarnya: akankah sekuel How to Lose a Guy in 10 Days benar-benar terwujud? Atau justru McConaughey akan terus melanjutkan kariernya di jalur drama yang lebih serius? Hanya waktu yang bisa menjawab.



