Kesepakatan Kilat: Lakers Terjual Rp202 Triliun, Rekor Termahal dalam Sejarah Olahraga
Baca dalam 60 detik
- Josh Kushner dan Bob Iger membeli mayoritas saham LA Lakers senilai $12,5 miliar hanya dalam hitungan akhir pekan, memecahkan rekor penjualan klub olahraga termahal.
- Kesepakatan ini memberi keuntungan $2,5 miliar bagi Mark Walter yang baru membeli saham tersebut setahun lalu, menyoroti potensi investasi di liga olahraga AS.
- Dengan kepergian LeBron James dan era baru di bawah kepemilikan Kushner-Iger, masa depan Lakers menjadi sorotan utama NBA.

Dalam sebuah langkah yang mengguncang dunia olahraga, Los Angeles Lakers resmi berpindah tangan dengan nilai fantastis $12,5 miliar atau sekitar Rp202 triliun. Kesepakatan yang diselesaikan hanya dalam waktu satu akhir pekan ini menjadi yang termahal dalam sejarah penjualan klub olahraga, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Seattle Seahawks.
Josh Kushner, adik ipar Presiden AS Donald Trump, bersama Bob Iger, mantan CEO Disney, dipastikan menjadi pemilik baru mayoritas saham Lakers. Mereka menggantikan Mark Walter yang baru saja membeli saham tersebut pada tahun lalu. Walter, yang juga pemilik utama Los Angeles Dodgers, dilaporkan tidak berniat menjual, namun tawaran yang datang begitu cepat dan menggiurkan membuatnya berubah pikiran.
Kecepatan transaksi ini menjadi sorotan utama. Dimulai dari pendekatan Kushner pada Jumat lalu, kesepakatan langsung diteken dalam hitungan hari. Jika disetujui oleh dewan gubernur NBA, penjualan ini akan menjadi tonggak baru dalam industri olahraga global. Walter sendiri akan mengantongi keuntungan spektakuler sebesar $2,5 miliar dari investasinya yang baru berjalan singkat.
Menariknya, langkah Kushner ini tidak terkait dengan batalnya rencana investasi FIFA yang kontroversial. Sebelumnya, perusahaan modal ventura miliknya, Thrive Eternal, digadang-gadang akan memimpin konsorsium untuk FIFA Forward Enterprise, namun rencana tersebut gagal. Kini, fokus Kushner beralih ke NBA, sebuah liga yang telah lama ia incar.
Keputusan Walter untuk melepas sahamnya masih menyisakan tanda tanya. Ia tengah menghadapi penyelidikan federal terkait perusahaannya, Delaware Life, namun tidak ada indikasi bahwa penjualan ini terkait dengan kasus tersebut. Walter sendiri menyebut kepemilikan Lakers sebagai "salah satu kehormatan terbesar" dalam hidupnya.
Bagi Lakers, pergantian kepemilikan ini datang di tengah masa transisi. Tim yang terakhir meraih gelar NBA pada 2020 itu kini ditinggalkan LeBron James yang memutuskan hengkang. Luka Doncic, bintang baru Lakers, menyambut positif perubahan ini. "Saya sudah terbiasa dengan perubahan besar beberapa tahun terakhir," tulisnya di media sosial, seraya menambahkan bahwa ia menantikan "membangun sesuatu yang istimewa di LA bersama-sama".
Dukungan juga datang dari legenda Lakers, Earvin "Magic" Johnson. "Kalian tidak akan mendapatkan dua pemilik yang lebih baik. Saya mengenal Bob secara pribadi selama lebih dari 40 tahun," ujarnya. "Dia selalu mencintai Lakers dan basket, dan dia akan membawa gelar juara kembali ke LA."
Bagi pengamat olahraga Indonesia, kesepakatan ini menjadi pelajaran berharga tentang nilai sebuah waralaba olahraga. Dengan pasar yang terus tumbuh, investasi di klub-klub besar dunia semakin menarik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah kepemilikan baru ini mampu mengembalikan kejayaan Lakers, atau justru akan menjadi babak baru yang penuh ketidakpastian?



