Kedalaman Skuad Prancis: Dari Dembele hingga Thuram, Ancaman Berganda di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Prancis memastikan lolos ke babak gugur setelah menekuk Irak 3-0, dengan Ousmane Dembele mencetak satu gol dan satu assist.
- Kylian Mbappe menambah koleksi golnya menjadi 16 di Piala Dunia, sementara pemain pelapis seperti Desire Doue dan Rayan Cherki siap menjadi pembeda.
- Kedalaman skuad Les Bleus menjadi momok bagi lawan, berbeda dengan Argentina yang sangat bergantung pada Lionel Messi.

Ousmane Dembele akhirnya menemukan performa terbaiknya saat Prancis menghancurkan Irak 3-0 di Piala Dunia 2026, Senin (22/6). Kemenangan ini tidak hanya memastikan tiket ke babak gugur, tetapi juga menegaskan bahwa kedalaman skuad Les Bleus mungkin yang paling menakutkan di turnamen ini.
Dalam laga yang sempat tertunda hampir dua jam karena cuaca buruk di Philadelphia, Prancis tampil dominan sejak menit awal. Dembele, yang sempat dikritik setelah penampilan kurang meyakinkan melawan Senegal, membungkam para pengkritiknya dengan satu gol dan satu assist. Ia memanfaatkan kesalahan fatal pertahanan Irak untuk mengirim umpan kepada Mbappe, lalu menuntaskan peluang dari assist Michael Olise.
Pelatih Didier Deschamps kini memiliki dilema yang menyenangkan: terlalu banyak pemain berbakat di lini depan. Marcus Thuram, yang musim ini mencetak 13 gol dan 6 assist untuk Inter Milan di Serie A, harus puas duduk di bangku cadangan. Sementara itu, Desire Doue dan Rayan Cherki yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberikan energi segar.
Kemenangan ini juga menyoroti perbedaan pendekatan antara Prancis dan tim-tim lain seperti Argentina. Lionel Messi masih menjadi tumpuan utama La Albiceleste, sementara Prancis bisa berganti-ganti pemain penentu. "Kami memiliki banyak pemain yang bisa mencetak gol atau menciptakan peluang kapan saja," ujar Mbappe setelah pertandingan, merujuk pada kontribusi Dembele.
Bagi Indonesia, dominasi Prancis ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya pembinaan pemain muda dan kedalaman skuad. Timnas Indonesia, yang tengah membangun fondasi untuk masa depan, bisa mencontoh bagaimana Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengelola talenta-talenta mudanya. Kehadiran pemain seperti Doue (19 tahun) dan Cherki (22 tahun) yang sudah tampil di Piala Dunia menunjukkan sistem pembinaan yang matang.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Prancis mampu mempertahankan konsistensi hingga final? Dengan jadwal padat dan lawan yang semakin berat, rotasi pemain akan menjadi kunci. Namun, jika semua pemain bisa tampil seperti Dembele melawan Irak, bukan tidak mungkin Les Bleus mengulang sukses 2018 atau bahkan melampauinya.



