Pemain Muda Guingamp Kenzo Kies Tewas Tenggelam di Sungai Rhone
Baca dalam 60 detik
- Kenzo Kies, pemain berusia 21 tahun yang memperkuat tim cadangan Guingamp, ditemukan tewas setelah tenggelam di Sungai Rhone saat berusaha mendinginkan diri dari gelombang panas.
- Peristiwa ini terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda Prancis, dengan suhu mencapai 40ยฐC, dan telah menyebabkan 40 kematian akibat tenggelam dalam sepekan terakhir.
- Kedua klub sebelumnya, Saint-Etienne dan Guingamp, menyampaikan duka cita mendalam serta berencana memberikan penghormatan di awal musim depan.

Kenzo Kies, pesepakbola muda asal Prancis yang membela Guingamp di Ligue 2, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Rhone, dekat Lyon, pada Senin (29/7). Pemain berusia 21 tahun itu dinyatakan kritis saat dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran dan kemudian mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Kies bersama tiga rekannya memasuki sungai untuk mendinginkan diri dari suhu panas yang mencapai 40 derajat Celsius di sebagian wilayah Prancis pekan ini. Tiga orang berhasil diselamatkan, namun Kies menjadi korban terakhir yang ditemukan. Perdana Menteri Sebastien Lecornu sebelumnya mengungkapkan bahwa 40 orang telah meninggal akibat tenggelam terkait gelombang panas sejak Kamis lalu.
Kies merupakan produk akademi muda Lyon dan Saint-Etienne sebelum bergabung dengan Guingamp tahun lalu. Ia bermain untuk tim cadangan klub Ligue 2 tersebut. Guingamp menyampaikan belasungkawa melalui media sosial, menyebut kepergian Kies sebagai "duka yang mendalam" dan berjanji memberikan dukungan penuh kepada keluarga.
Saint-Etienne, klub yang membesarkan namanya, juga mengeluarkan pernyataan resmi. "Generasi Hijau berduka. Seorang penghuni Pusat Olahraga Robert-Herbin selama tujuh tahun, pemain berbakat dan pria pendiam yang disukai semua orang, Kenzo Kies kehilangan nyawa dalam keadaan tragis," tulis klub tersebut. Mereka menambahkan, "Kenzo, di koridor L'Etrat, tidak ada yang akan melupakanmu."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, tragedi ini mengingatkan pada risiko cuaca ekstrem yang kian sering terjadi. Gelombang panas di Eropa tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga keselamatan jiwa. Di Indonesia, meski suhu tidak setinggi itu, fenomena cuaca ekstrem seperti banjir dan tanah longsor juga mengancam aktivitas olahraga dan kehidupan sehari-hari. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi alam.
Saint-Etienne berencana memberikan penghormatan kepada Kies di Stadion Geoffroy-Guichard pada awal musim depan. Pertanyaan yang tersisa: akankah klub-klub lain di Prancis turut serta dalam momen penghormatan, dan bagaimana langkah preventif yang bisa diambil untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang?



