Fast Retailing Foundation Buka Beasiswa untuk Pelajar Indonesia ke Jepang
Baca dalam 60 detik
- Fast Retailing Foundation, di bawah naungan pemilik Uniqlo, memberikan beasiswa penuh kepada sembilan pelajar Indonesia untuk kuliah S1 di Jepang.
- Beasiswa ini mencakup biaya kuliah dan hidup hingga 4,5 juta yen per tahun, setara sekitar Rp460 juta, di 12 universitas mitra.
- Program ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Jepang melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Fast Retailing Foundation, lembaga filantropi yang didirikan oleh perusahaan induk Uniqlo, Fast Retailing Co., resmi meluncurkan program beasiswa bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Jepang. Pada angkatan perdananya, sembilan siswa terpilih akan diberangkatkan pada musim gugur tahun ini.
Program ini digagas oleh Tadashi Yanai, Chairman sekaligus CEO Fast Retailing, dengan tujuan menghilangkan hambatan finansial bagi siswa berprestasi yang bercita-cita belajar di Jepang. Beasiswa tersebut mencakup biaya kuliah penuh dan tunjangan hidup hingga 4,5 juta yen per tahunโsetara sekitar 28.000 dolar AS atau lebih dari Rp460 jutaโselama masa studi S1 yang menggunakan pengantar bahasa Inggris.
Para penerima beasiswa akan tersebar di 12 universitas ternama di Jepang, termasuk Kyoto University, Tohoku University, dan Keio University. Mereka akan menempuh program sarjana berbahasa Inggris, sehingga tidak terkendala kemampuan bahasa Jepang. Langkah ini dinilai strategis untuk menarik talenta muda Indonesia yang selama ini menjadi salah satu negara asal mahasiswa asing terbanyak di Jepang.
Dalam acara pelepasan yang digelar di Jakarta pada 17 Juni lalu, Daisuke Hoshino, Minister dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, memberikan pesan kepada para siswa. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama belajar di Jepang dapat menjadi jembatan bagi pembangunan Indonesia serta perdamaian dan kemakmuran kedua negara, bahkan kawasan Asia secara keseluruhan.
Konteks Indonesia: Program ini hadir di tengah meningkatnya minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi ke Jepang. Data Japan Student Services Organization (JASSO) menunjukkan jumlah mahasiswa Indonesia di Jepang terus bertambah, mencapai lebih dari 6.000 orang pada 2023. Namun, biaya hidup dan kuliah yang tinggi kerap menjadi kendala utama. Beasiswa Fast Retailing Foundation diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi siswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur tidak hanya dari prestasi akademik para penerima, tetapi juga dari kontribusi mereka dalam memperkuat hubungan bilateral. Pertanyaannya, mampukah inisiatif swasta seperti ini menjadi katalis bagi peningkatan kerja sama pendidikan Indonesia-Jepang yang lebih masif?



