Tuchel Pastikan Skuad Penuh: Inggris Tanpa Cedera Jelang Lawan Ghana
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengonfirmasi seluruh pemain fit, termasuk Bukayo Saka yang pulih dari cedera Achilles.
- Pertandingan melawan Ghana di Piala Dunia 2026 menjadi krusial karena kedua tim sama-sama mengantongi tiga poin di Grup L.
- Tuchel menyoroti kekuatan serangan balik Ghana sebagai ancaman berbeda dibanding Kroasia, menuntut adaptasi taktik Inggris.

Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, memastikan tidak ada masalah cedera yang menghantui skuadnya menjelang laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 melawan Ghana, Selasa (23/6) waktu setempat. Kondisi ini menjadi suntikan moral bagi The Three Lions yang tengah berusaha mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Dalam konferensi pers di Foxborough, Massachusetts, Senin (22/6), Tuchel mengungkapkan bahwa seluruh pemain telah mengikuti sesi latihan penuh. Salah satu kabar baik datang dari gelandang Bukayo Saka yang sebelumnya dikhawatirkan mengalami masalah pada tendon Achilles. โBukayo semakin baik. Gerakannya lebih bebas, tanpa rasa sakit. Ia menjalani dua sesi latihan terakhir dengan level tertinggi,โ ujar Tuchel. Meski demikian, juru taktik asal Jerman itu enggan memastikan apakah Saka akan diturunkan sebagai starter atau kembali menjadi pemain pengganti.
Saka, yang biasanya menjadi pilihan utama, hanya tampil sebagai pemain cadangan saat Inggris menekuk Kroasia 4-2 pada laga perdana. Kemenangan tersebut memperlihatkan ketajaman lini depan Inggris, namun kebobolan dua gol di babak pertama menyoroti kerapuhan pertahanan yang masih perlu dibenahi. Tuchel pun menekankan pentingnya semangat kolektif tim. Ia mencontohkan persaingan sehat antara Saka dan rekan setimnya di Arsenal, Noni Madueke, untuk mengisi posisi sayap kanan sebagai โhal yang indahโ.
Tuchel juga menyoroti sikap positif Jude Bellingham yang kerap dikritik pendukung di masa lalu. Gelandang muda yang turut mencetak gol ke gawang Kroasia itu dinilai sepenuhnya berkomitmen pada filosofi tim. โIa benar-benar percaya bahwa kami melakukan ini sebagai sebuah tim, itulah mengapa ia bersama kami,โ kata Tuchel. Sikap ini menjadi modal penting menghadapi Ghana yang memiliki gaya bermain berbeda dengan Kroasia.
Ghana, yang mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat, diakui Tuchel sebagai ancaman serius. โKami menghadapi budaya berbeda, tim nasional berbeda, dan pendekatan pertandingan yang berbeda. Tugas kami adalah beradaptasi sambil tetap menghormati kekuatan lawan,โ tegasnya. Laga nanti tidak hanya menentukan posisi puncak grup, tetapi juga menjadi ujian bagi fleksibilitas taktik Inggris di turnamen akbar ini.
Bagi publik Indonesia, pertandingan ini menarik untuk disimak mengingat animo tinggi terhadap Piala Dunia 2026 yang pertama kali digelar di tiga negara. Performa Inggris, yang kerap dijadikan barometer sepak bola Eropa, juga memengaruhi persepsi penggemar Tanah Air terhadap kualitas permainan tim-tim unggulan. Apakah Inggris mampu mempertahankan konsistensi atau justru tersandung oleh permainan disiplin Ghana? Jawabannya akan terlihat dalam 90 menit pertandingan yang dinanti.



