Neymar Kembali ke Timnas Brasil, Tapi Kini Ada 'Junior' Lain yang Bersinar
Baca dalam 60 detik
- Neymar Junior kembali memperkuat Brasil setelah absen 981 hari, tampil sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 3-0 atas Skotlandia di Piala Dunia 2026.
- Vinicius Junior, yang mencetak dua gol dalam laga tersebut, kini menjadi andalan baru lini depan Brasil, menggeser peran Neymar yang dulu menjadi tumpuan utama.
- Keputusan pelatih Carlo Ancelotti memanggil Neymar menuai kontroversi, namun kehadiran Vinicius membuat Neymar hanya menjadi opsi tambahan, bukan lagi pusat serangan.

Neymar Junior akhirnya kembali berseragam tim nasional Brasil setelah absen selama 981 hari, namun sorotan kali ini justru tertuju pada pemain muda yang kini menjadi bintang baru di lini depan Selecao: Vinicius Junior. Dalam laga Piala Dunia 2026 yang digelar di Miami Stadium, Rabu (24/6) waktu setempat, Brasil menundukkan Skotlandia dengan skor telak 3-0 dan memastikan langkah ke babak 32 besar.
Pemain berusia 34 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76 menggantikan Matheus Cunha, saat pertandingan sudah berada dalam genggaman Brasil. Kehadirannya disambut gemuruh suporter yang meneriakkan namanya, namun Neymar hanya bermain selama 20 menit tanpa mampu menambah pundi-pundi golnya. Sebelumnya, ia sempat dikritik oleh presiden Brasil sebagai pemain yang "bekerja dari rumah" setelah absen lima pekan akibat cedera betis.
Kini, Brasil tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Neymar. Vinicius Junior, yang baru berusia 25 tahun, tampil impresif dengan dua golnya ke gawang Skotlandia. Gol pertama ia cetak setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan lawan, sementara gol kedua tercipta melalui sundulan di masa injury time babak pertama. Ia nyaris mencetak hattrick, namun sebuah gol dianulir VAR karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap bek Jack Hendry.
Keputusan pelatih Carlo Ancelotti memanggil Neymar ke skuad Piala Dunia sempat menuai perdebatan. Namun, dengan performa gemilang Vinicius, Ancelotti kini memiliki lebih banyak opsi di lini depan. Menurut analis sepak bola, peran Neymar telah bergeser dari pemain kunci menjadi sekadar pelapis yang bisa diandalkan. "Vinicius adalah masa depan Brasil. Neymar tetap penting, tapi bukan lagi yang utama," ujar seorang pengamat sepak bola internasional.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik untuk dicermati. Brasil selalu menjadi salah satu tim favorit di setiap Piala Dunia, dan persaingan internal di skuad mereka bisa menjadi cerminan bagaimana regenerasi pemain berlangsung di level tertinggi. Indonesia sendiri masih berjuang untuk tampil di Piala Dunia, namun kisah sukses Vinicius bisa menjadi inspirasi bagi talenta muda Tanah Air.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Neymar kembali ke performa terbaiknya dan bersaing dengan generasi baru? Atau akankah ia perlahan memudar seiring munculnya bintang-bintang baru seperti Vinicius? Satu hal yang pasti, Brasil tetap menjadi kandidat kuat juara dunia, dan persaingan internal justru bisa membuat mereka semakin kuat.



