Mbappé Pamer Ketajaman, Prancis Gilas Irak 3-0 di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappé mencetak dua gol dalam laga peringatan 100 caps bersama Prancis, membawa timnya menang 3-0 atas Irak di Grup I Piala Dunia 2026.
- Badai petir di Philadelphia menunda babak kedua hampir dua jam, namun Prancis tetap dominan dan memperlebar keunggulan setelah jeda.
- Kemenangan ini memperkuat posisi Prancis di puncak klasemen Grup I, sementara Irak harus berjuang keras untuk lolos ke babak berikutnya.

Kylian Mbappé kembali menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2026. Megabintang Prancis itu mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Irak di Philadelphia, Selasa (16/6) waktu setempat, sekaligus memperingati caps ke-100 bersama Les Bleus dengan manis.
Bermain di Lincoln Financial Field, Prancis tampil dominan sejak menit awal. Mbappé membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui tembakan melengkung dari jarak 22 meter yang tak mampu dijangkau kiper Irak, Ahmed Basil. Gol itu menjadi yang ke-15 bagi Mbappé di ajang Piala Dunia, menegaskan statusnya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen.
Irak, yang kembali tampil di Piala Dunia setelah absen 40 tahun, mencoba bertahan dengan rapat. Namun, tekanan Prancis terus berlanjut. Pelatih Didier Deschamps melakukan tiga perubahan dari laga sebelumnya melawan Senegal, termasuk memasukkan Lucas Digne, Manu Koné, dan Bradley Barcola. Strategi itu terbukti efektif dalam menguasai lini tengah.
Babak pertama sempat diwarnai cedera penyerang Irak, Aymen Hussein, yang digantikan Ali Al-Hamadi pada menit ke-26. Al-Hamadi nyaris menyamakan kedudukan, namun sundulannya masih melebar. Prancis unggul 1-0 saat turun minum, meski skor terasa terlalu kecil bagi dominasi mereka.
Memasuki babak kedua, pertandingan sempat tertunda hampir dua jam akibat badai petir yang melanda Philadelphia. Penonton diinstruksikan mencari perlindungan, sementara pemain harus melakukan pemanasan ulang. Setelah jeda panjang, Prancis justru tampil lebih garang.
Pada menit ke-54, kesalahan fatal pertahanan Irak dalam mengawal bola dari tendangan gawang dimanfaatkan Ousmane Dembélé. Ia merebut bola dan mengirim umpan matang ke Mbappé yang tinggal menceploskannya ke gawang kosong. Skor berubah 2-0. Dua belas menit berselang, giliran Michael Olise yang menjadi kreator. Ia memberikan umpang terobosan kepada Dembélé yang melepaskan tembakan keras untuk menutup kemenangan Prancis.
Irak sempat memberikan perlawanan di sisa laga. Al-Hamadi kembali mengancam gawang Prancis, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang terbuang. Mbappé nyaris mencetak hattrick pada menit ke-88, tetapi tendangannya masih bisa ditepis Basil. Ia kemudian digantikan Marcus Thuram di masa injury time.
Kemenangan ini membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup I dengan enam poin, unggul tiga angka atas Irak dan Senegal. Bagi Irak, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Mereka harus mengalahkan Senegal di laga pamungkas dan berharap hasil lain berpihak untuk bisa melaju ke babak 16 besar.
Dengan performa impresif Mbappé dan kedalaman skuad Prancis, Les Bleus tampil sebagai salah satu kandidat kuat juara. Namun, konsistensi masih menjadi pertanyaan: akankah mereka mampu mempertahankan performa ini hingga fase gugur?



