Spanyol Tak Gentar Hadapi Uruguay: Rekor 33 Laga Tanpa Kekalahan Jadi Modal
Baca dalam 60 detik
- Spanyol mengantongi rekor 33 pertandingan tak terkalahkan jelang laga hidup mati melawan Uruguay di Piala Dunia 2026 Grup H.
- Bek Aymeric Laporte menegaskan fokus utama timnya adalah permainan sendiri, bukan taktik agresif Marcelo Bielsa.
- Hasil imbang melawan Cape Verde menjadi cambuk bagi La Roja untuk kembali ke performa terbaik seperti saat menghancurkan Arab Saudi 4-0.

Spanyol memasuki laga penentu Grup H Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi berkat rekor 33 pertandingan tanpa kekalahan. Namun, bek tengah Aymeric Laporte menegaskan bahwa timnya tidak akan terlena dan siap menghadapi tekanan maksimal dari Uruguay yang tengah berjuang untuk lolos.
Dalam konferensi pers di Chattanooga, Rabu (24/6), Laporte menyatakan bahwa pengalaman menghadapi berbagai gaya permainan selama rentetan tak terkalahkan membuat Spanyol tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap skema Marcelo Bielsa. โKami sudah menghadapi segalanya. Yang terpenting adalah bagaimana kami bermain. Jika tampil sesuai kemampuan, sulit bagi siapa pun untuk mengalahkan kami,โ ujarnya.
Situasi Grup H cukup ketat. Spanyol memuncaki klasemen dengan empat poin, unggul dua angka atas Uruguay dan Cape Verde. Arab Saudi menjadi juru kunci dengan satu poin. Dengan demikian, laga Jumat nanti menjadi penentu bagi Uruguay yang wajib menang untuk menjaga asa lolos, sementara Spanyol hanya butuh hasil imbang untuk memastikan tempat di babak 16 besar.
Laporte mengakui bahwa Uruguay akan tampil habis-habisan, persis seperti yang akan dilakukan Spanyol jika berada di posisi serupa. โKami sadar mereka akan mengerahkan segalanya. Tapi ini kembali lagi kepada kami; kami tahu apa yang harus dilakukan. Kedua tim akan bermain all out,โ kata pemain berdarah Prancis yang memilih membela Spanyol itu.
Meski rekor tak terkalahkan menjadi modal berharga, Spanyol mendapat kritik setelah tampil buruk saat ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde. Laporte tidak menampik kekecewaan para pemain. โKami juga frustrasi. Kami adalah pihak yang paling ingin menang, terutama melawan tim yang dianggap lebih lemah. Tapi itu wajar,โ ucapnya.
Namun, kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi pada laga kedua menjadi bukti bahwa Spanyol telah kembali ke jalur yang benar. Menurut Laporte, performa tersebut jauh lebih mencerminkan kualitas sebenarnya tim asuhan Luis de la Fuente. โApa yang kami tunjukkan di pertandingan kedua lebih representatif. Di laga pertama kami menguasai bola tetapi kurang tajam,โ jelasnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena Uruguay memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air, terutama setelah kehadiran pemain keturunan seperti Emiliano Martรญnez (meski tidak masuk skuad). Selain itu, gaya bermain agresif ala Bielsa kerap menjadi bahan diskusi di forum-forum taktik lokal. Spanyol, dengan penguasaan bolanya, menjadi tolok ukur bagi tim-tim yang mengedepankan possession football.
Pertandingan antara Spanyol dan Uruguay akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi La Roja mempertahankan rekor tak terkalahkan. Bisakah mereka melewati tekanan tim yang sedang terpojok, atau justru Uruguay yang akan mengejutkan dunia? Jawabannya akan diketahui dalam 90 menit di lapangan.



