Ancelotti Bawa Brasil Puncaki Grup C Piala Dunia 2026, Skotlandia Menanti Nasib
Baca dalam 60 detik
- Brasil mengalahkan Skotlandia 3-0 dan memastikan diri sebagai juara Grup C Piala Dunia 2026 dengan 7 poin.
- Skotlandia yang finis di peringkat ketiga dengan 3 poin harus menanti hasil grup lain untuk lolos ke babak 32 besar.
- Kemenangan Brasil juga menandai debut Neymar di Piala Dunia 2026 setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Kepastian Brasil melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup C diraih setelah menundukkan Skotlandia 3-0 di laga pamungkas fase grup, Kamis dini hari WIB. Hasil itu sekaligus membuat Skotlandia harus gigit jari menanti nasib dari grup lain untuk bisa melangkah ke fase gugur.
Dua gol Vinicius Junior dan satu gol Matheus Cunha memastikan kemenangan telak Brasil atas Skotlandia yang diperkuat sejumlah pemain Serie A seperti Scott McTominay, Lewis Ferguson, dan Che Adams. Gol Cunha pada menit ke-60 menjadi penentu setelah Vinicius Jr. mencetak brace pada babak pertama.
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti bahkan sempat memberikan menit bermain perdana bagi legenda Neymar di Piala Dunia 2026. Neymar masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, menandai kembalinya ia ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah absen di turnamen sebelumnya karena cedera.
Dengan status juara grup, Brasil akan menghadapi runner-up Grup F di babak 32 besar. Saat ini Jepang berada di posisi tersebut, namun Belanda dan Swedia masih berpeluang merebutnya tergantung hasil pertandingan terakhir grup tersebut.
Bagi Skotlandia, kekalahan dari Brasil membuat mereka harus bergantung pada hasil grup lain untuk bisa lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik. Saat ini Skotlandia berada di zona lolos, namun masih ada sembilan grup yang belum menyelesaikan pertandingan. Dengan raihan 3 poin dan selisih gol -3, posisi mereka masih sangat rapuh.
Catatan statistik menjadi alarm bagi Skotlandia. Gol McTominay pada menit ke-60 merupakan tembakan tepat sasaran pertama mereka setelah lebih dari 200 menit tanpa ancaman berarti ke gawang lawan. Sebelumnya, satu-satunya tembakan mengarah ke gawang adalah gol John McGinn saat mengalahkan Haiti di laga perdana.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Brasil di bawah asuhan Ancelotti menjadi tontonan menarik. Tim Samba menunjukkan permainan ofensif yang efektif, meski masih ada celah di lini belakang yang bisa dieksploitasi lawan. Sementara itu, nasib Skotlandia menjadi pengingat betapa tipisnya margin antara lolos dan tersingkir di turnamen sebesar Piala Dunia.
Pertanyaan kini mengemuka: akankah Skotlandia mampu mempertahankan posisinya di antara peringkat ketiga terbaik? Atau justru tersingkir karena hasil grup lain yang tidak menguntungkan? Jawabannya akan diketahui setelah seluruh pertandingan fase grup rampung.



