BMW Listrik Tabrak Pemotor di Jakbar, Sopir Diduga Kabur Diamuk Massa
Baca dalam 60 detik
- Seorang pengemudi BMW listrik diamuk warga usai menabrak pemotor di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin pagi.
- Kecelakaan terjadi saat mobil melaju dari utara ke selatan dan menabrak motor dari arah berlawanan, menyebabkan pengendara motor luka.
- Polisi telah mengamankan pengemudi dan masih melakukan pemeriksaan terkait dugaan tabrak lari.

Seorang pengemudi mobil listrik BMW nyaris menjadi bulan-bulanan warga di Jalan Meruya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, setelah diduga melarikan diri usai menabrak seorang pengendara sepeda motor. Peristiwa yang terjadi pada Senin (22/6) pagi itu terekam kamera dan viral di media sosial, memperlihatkan mobil hitam dengan nomor polisi B-77-NRI dalam kondisi ringsek dengan pembatas jalan tersangkut di bagian depan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, mengonfirmasi bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, BMW melaju dari arah utara ke selatan dan menabrak Honda Supra yang datang dari arah selatan ke utara. Akibat benturan, pengendara motor mengalami luka lecet di tangan dan kaki dan dilarikan ke RSUD Kembangan untuk perawatan.
Kemarahan massa dipicu oleh dugaan bahwa pengemudi berusaha kabur setelah kejadian. Warga yang melihat langsung mengejar mobil tersebut, namun petugas kepolisian yang kebetulan berada di lokasi berhasil mengamankan kendaraan dan pengemudinya sebelum aksi main hakim sendiri terjadi. Ps Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang, membenarkan bahwa mobil sempat dikejar massa tetapi berhasil diamankan.
Insiden ini menyoroti kembali fenomena tabrak lari yang kerap memicu aksi anarkis di jalan raya Indonesia. Menurut catatan kepolisian, kasus serupa sering terjadi di wilayah perkotaan padat seperti Jakarta, di mana pelaku memanfaatkan kemacetan untuk melarikan diri. Namun, aksi warga yang main hakim sendiri justru bisa memperumit proses hukum dan membahayakan keselamatan semua pihak.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memeriksa pengemudi BMW untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan motif di balik dugaan upaya melarikan diri. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas pengemudi maupun hasil tes alkohol atau narkoba. Sementara itu, korban pemotor masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran hukum dan keselamatan berlalu lintas. Pertanyaan yang mengemuka: akankah penegakan hukum yang tegas mampu mencegah aksi main hakim sendiri di masa depan?



