Prancis Targetkan Puncak Grup untuk Hindari Perjalanan Panjang, Pelatih Asisten Bicara soal Strategi
Baca dalam 60 detik
- Prancis hanya butuh hasil imbang melawan Norwegia untuk memastikan posisi teratas Grup I Piala Dunia 2026, demi memangkas waktu perjalanan antar kota.
- Pelatih kepala Didier Deschamps absen karena pemakaman ibunda, digantikan asisten Guy Stephan yang menegaskan prioritas tim adalah kenyamanan logistik.
- Duel Kylian Mbappe vs Erling Haaland di lini depan menjadi sorotan, dengan kedua pemain sama-sama mengoleksi empat gol sejauh ini.

Prancis akan berusaha keras mengamankan posisi puncak Grup I Piala Dunia 2026 saat menghadapi Norwegia di Stadion Gillette, Massachusetts, Jumat (27/6) waktu setempat. Target itu bukan sekadar gengsi, melainkan strategi logistik untuk meminimalkan perjalanan panjang yang bisa menguras energi pemain.
Asisten pelatih Guy Stephan, yang menggantikan Didier Deschamps yang kembali ke Prancis untuk pemakaman ibundanya, menegaskan bahwa finis pertama sangat krusial. "Didier ingin menjadi juara grup, begitu pula seluruh tim. Karena secara logistik akan sangat berbeda. Waktu perjalanan ke berbagai kota akan jauh lebih lama jika kami finis kedua. Belum lagi soal suhu. Posisi pertama adalah yang terbaik," ujar Stephan dalam konferensi pers, Kamis (26/6).
Prancis dan Norwegia sudah memastikan tiket ke babak gugur setelah memenangkan dua laga awal. Les Bleus hanya membutuhkan hasil imbang untuk memuncaki grup berkat keunggulan selisih gol. Jika berhasil, juara bertahan 2018 itu bisa tetap berada di kawasan Timur Laut Amerika Serikat hingga perempat final. Sebaliknya, runner-up grup harus bersiap menempuh perjalanan jauh ke Dallas, Miami, dan Atlanta.
Absennya Deschamps jelas meninggalkan dampak emosional. Gelandang Aurelien Tchouameni mengakui situasi ini berat bagi seluruh skuad. "Ini momen sulit bagi pelatih, juga bagi kami. Kami berusaha membuat segalanya senormal mungkin meski situasinya tidak normal. Dia memberi kami misi, dan tujuan utama kami adalah membuatnya bangga," kata pemain Real Madrid itu.
Laga ini juga mempertemukan dua mesin gol teratas turnamen: Kylian Mbappe dan Erling Haaland. Keduanya sama-sama telah mengoleksi empat gol, hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi yang memimpin daftar pencetak gol terbanyak. Tchouameni memperingatkan kewaspadaan ekstra terhadap Haaland. "Dia bisa mencetak gol kapan saja. Setiap momen ketika kami lengah bisa berakibat fatal," ujarnya.
Keputusan untuk merotasi pemain masih menjadi tanda tanya. Namun, dengan segala yang dipertaruhkan, baik Prancis maupun Norwegia kemungkinan akan menurunkan kekuatan terbaik. Bagi Indonesia, duel ini menjadi tontonan menarik untuk menyaksikan bagaimana tim Eropa beradaptasi dengan logistik turnamen yang tidak biasa, di mana jarak antar kota menjadi faktor penentu performa.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Prancis mampu menjaga konsistensi tanpa kehadiran Deschamps di pinggir lapangan? Atau justru Norwegia yang akan memanfaatkan situasi ini untuk merebut puncak grup?



