Neymar Siap Debut di Piala Dunia 2026? Ancelotti Beri Sinyal Hijau
Baca dalam 60 detik
- Neymar berpotensi tampil perdana di Piala Dunia 2026 saat Brasil menghadapi Skotlandia, setelah pulih dari cedera betis.
- Keputusan Carlo Ancelotti menjadi kunci, mengingat Neymar baru kembali berlatih penuh pekan ini setelah absen lebih dari 650 hari karena cedera.
- Brasil butuh hasil positif untuk memuncaki Grup C, sementara Skotlandia masih berpeluang lolos dengan tiga poin.

Brasil kemungkinan besar akan menurunkan Neymar untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Skotlandia pada laga penentu Grup C, Rabu (24/6) waktu setempat. Pelatih Carlo Ancelotti masih mempertimbangkan kondisi kebugaran pemain berusia 34 tahun itu setelah cedera betis yang membuatnya absen di dua pertandingan sebelumnya.
Neymar terakhir kali membela tim nasional Brasil pada 2023, saat ia mengalami cedera lutut parah dalam laga kualifikasi melawan Uruguay. Sejak itu, ia absen lebih dari 650 hari akibat serangkaian cedera yang dialami selama bermain di Arab Saudi dan Brasil. Kepulangannya ke klub masa kecil Santos tahun lalu diharapkan menjadi titik balik, tetapi proses pemulihannya justru berjalan patah-patah dengan cedera baru dan kontroversi yang menyertainya.
Musim ini, Neymar mencatatkan enam gol dan empat assist dalam 15 pertandingan, namun ia tidak pernah bermain lebih dari empat laga beruntun sejak kembali dari operasi lutut pada Februari lalu. Manajemen beban yang ketat ini membuat Ancelotti harus ekstra hati-hati dalam memutuskan apakah sang bintang siap tampil penuh atau hanya sebagai pemain pengganti.
Keputusan Ancelotti memasukkan Neymar dalam skuad Piala Dunia sempat menuai perdebatan sengit di Brasil. Banyak pihak mempertanyakan kapan tepatnya ia akan fit dan versi Neymar seperti apa yang akan muncul. Namun, setelah melewatkan laga melawan Maroko dan Haiti, Neymar akhirnya mengikuti latihan penuh pekan lalu dan pada Senin (22/6) bergabung dalam sesi taktik tim untuk pertama kalinya di bawah asuhan Ancelotti.
Rekan setimnya, Gabriel Martinelli, mengaku optimistis dengan kondisi Neymar. โDia tampil di level sangat tinggi dan Anda bisa melihat intensitasnya dalam sesi latihan hari ini. Kualitasnya tidak perlu diragukan lagi,โ ujar Martinelli dalam konferensi pers. โApakah dia akan bermain atau tidak, itu keputusan pelatih. Tapi menurut saya, dia dalam kondisi prima.โ
Brasil saat ini memuncaki Grup C dengan empat poin, unggul selisih gol dari Maroko yang juga mengoleksi empat poin. Skotlandia berada di posisi ketiga dengan tiga poin. Setelah tampil kurang meyakinkan di babak pertama saat ditahan imbang 1-1 oleh Maroko, Brasil bangkit dengan kemenangan 3-0 atas Haiti. Kini mereka membutuhkan performa meyakinkan melawan Skotlandia untuk mengamankan posisi puncak grup.
Peluang Brasil lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup terbuka lebar. Jika menang atau imbang melawan Skotlandia, dan Maroko gagal mengalahkan Haiti, maka Brasil dipastikan menjadi pemuncak klasemen. Namun, Ancelotti juga dihadapkan pada masalah di sisi kanan serangan setelah Raphinha dipastikan absen akibat cedera hamstring. Pemain muda Bournemouth, Rayan, yang menggantikannya saat melawan Haiti, mungkin akan digeser oleh Luiz Henrique dari Zenit St Petersburg yang lebih diunggulkan untuk menjadi starter.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga Brasil vs Skotlandia ini menarik untuk disaksikan karena akan menjadi ujian nyata bagi Neymar setelah sekian lama absen. Jika ia tampil, publik bisa menyaksikan apakah megabintang itu masih mampu bersinar di panggung terbesar. Di sisi lain, kegagalan Brasil tampil meyakinkan bisa membuka peluang bagi tim lain, termasuk kemungkinan kejutan dari Skotlandia yang haus kemenangan.
Pertanyaan besarnya: akankah Ancelotti berani menurunkan Neymar sejak awal, atau hanya sebagai pemain pengganti? Jawabannya akan menentukan tidak hanya nasib Brasil di turnamen ini, tetapi juga masa depan sang pemain di tim nasional.



