Britney Spears Masih Bermimpi Punya Anak Lagi, Empat Tahun Setelah Keguguran
Baca dalam 60 detik
- Britney Spears mengungkapkan keinginannya untuk memiliki anak lagi melalui unggahan Instagram pada Hari Ayah.
- Pelantun 'Toxic' itu mengalami keguguran pada 2022 saat menikah dengan Sam Asghari, yang kemudian berujung perceraian.
- Hubungannya dengan kedua putranya membaik setelah ia menjalani rehabilitasi usai penangkapan karena DUI.

Britney Spears, penyanyi pop yang namanya tak pernah lepas dari sorotan, kembali mencuri perhatian publik. Lewat unggahan Instagram pada perayaan Hari Ayah di Amerika Serikat, ia mengungkapkan bahwa dirinya masih menyimpan harapan untuk memiliki seorang anak lagi. Momen ini menjadi pengingat akan perjalanan emosional yang panjang sejak ia kehilangan bayi pada 2022.
Pelantun lagu 'Toxic' yang kini berusia 44 tahun itu telah menjadi ibu dari dua putra, Sean Preston (20) dan Jayden James (19), dari pernikahannya dengan Kevin Federline. Kedua anaknya kini tinggal di Hawaii bersama sang ayah, dan Britney sempat terasing dari mereka selama bertahun-tahun. Namun, ia tak pernah benar-benar menyerah pada mimpinya menjadi ibu lagi.
Dalam unggahan yang menyertakan video dirinya memegang gitar, Britney menulis, "Ini hari yang emosional bagiku. Gitar mengingatkanku pada alien bayi, senar yang lembut. Musik disebut sebagai bahasa para malaikat. Aku membeli gitar ini di Meksiko dengan harapan suatu hari aku bisa memiliki bayi lagi." Ungkapan puitis ini menjadi jendela kecil ke dalam harapan yang masih ia genggam.
Kisah kehilangan yang dialami Britney bukanlah rahasia. Pada 2022, ia dan Sam Asghari mengumumkan kehamilan dengan penuh sukacita, namun hanya sebulan kemudian mereka harus mengumumkan kabar duka. "Dengan kesedihan yang paling dalam, kami harus mengumumkan bahwa kami kehilangan bayi ajaib kami di awal kehamilan," demikian pernyataan mereka kala itu. "Ini adalah masa yang menghancurkan bagi orang tua mana pun. Mungkin kami seharusnya menunggu lebih lama untuk mengumumkannya, tetapi kami terlalu bersemangat untuk berbagi kabar baik." Pasangan itu berjanji akan terus berusaha memperluas keluarga mereka, namun takdir berkata lain. Setahun kemudian, rumah tangga mereka kandas dan berujung perceraian.
Di tengah gejolak kehidupan pribadinya, hubungan Britney dengan kedua putranya sempat renggang. Namun, setelah insiden penangkapan karena DUI pada Maret lalu, segalanya mulai membaik. Sumber yang dekat dengan keluarga mengungkapkan kepada PageSix bahwa kedua putranya menjadi penengah yang efektif. "Mereka satu-satunya yang didengarkan ibunya. Mereka sangat penuh kasih, lembut, tetapi juga tegas. Mereka bilang, 'Bu, kamu harus pergi ke rehabilitasi jika ingin kami datang,' dan itu semua insentif yang dia butuhkan." Britney pun menjalani rehabilitasi pada April, dan kemudian mengaku bersalah atas tuduhan mengemudi sembrono. Ia dijatuhi hukuman 12 bulan masa percobaan dan satu hari penjara yang sudah dijalani.
Bagi penggemar di Indonesia, kisah Britney Spears mungkin terasa jauh, namun perjuangannya melawan tekanan publik, masalah hukum, dan harapan untuk memiliki keluarga utuh adalah tema universal. Di era media sosial, tekanan terhadap figur publik untuk terus tampil sempurna semakin besar, dan perjalanan Britney menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, ada manusia yang bergulat dengan rasa sakit dan harapan. Pertanyaan besarnya kini: akankah mimpi Britney untuk memiliki anak lagi menjadi kenyataan, atau akankah ia menemukan kebahagiaan dalam hubungan yang telah diperbaikinya dengan kedua putranya?



