Belasan Mobil Damkar Dikerahkan, Pabrik Sandal di Tangerang Ludes Terbakar
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran hebat melanda pabrik sandal di Tangerang pada Senin siang, memicu evakuasi warga sekitar.
- Belasan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang menghanguskan sebagian besar bangunan pabrik.
- Peristiwa ini kembali menyoroti risiko kebakaran di kawasan industri padat penduduk di pinggiran Jakarta.

Belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang melahap sebuah pabrik sandal di Tangerang, Senin (22/6/2026), memaksa warga di sekitar lokasi mengungsi ke tempat aman. Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat petugas kewalahan, namun upaya penjinakan terus dilakukan untuk mencegah meluas ke permukiman padat di sekitarnya.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.41 WIB, menurut laporan awal dari Dinas Pemadam Kebakaran setempat. Belum diketahui secara pasti penyebab api pertama kali muncul, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di area produksi. Proses pemadaman terkendala material mudah terbakar seperti karet dan busa yang menjadi bahan baku sandal.
Warga di radius 200 meter dari pabrik langsung dievakuasi oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Pemilik pabrik belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah karyawan yang terdampak.
Kebakaran pabrik di Tangerang bukanlah kejadian pertama. Kawasan industri di pinggiran Jakarta kerap menghadapi risiko serupa akibat lemahnya pengawasan keselamatan kebakaran. Menurut data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi Banten, sepanjang 2025 terjadi sedikitnya 12 kebakaran pabrik di wilayah Tangerang Raya, dengan kerugian total lebih dari Rp 100 miliar. Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan ketat di sektor manufaktur.
Kepala Dinas Damkar Kota Tangerang, Budi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya masih berupaya mendinginkan titik-titik api yang tersisa. โKami fokus pada pendinginan agar api tidak menyala kembali. Material di dalam pabrik sangat mudah terbakar, sehingga proses pemadaman memakan waktu lebih lama,โ ujarnya di lokasi kejadian. Ia juga mengimbau pengusaha untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap sudut pabrik.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi industri rumah tangga dan skala kecil di Indonesia yang kerap mengabaikan protokol keselamatan. Dengan banyaknya pabrik sandal dan alas kaki di Tangerang yang beroperasi di permukiman padat, risiko kebakaran tidak hanya mengancam aset perusahaan tetapi juga keselamatan warga. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah pemerintah daerah akan memperketat inspeksi keselamatan kebakaran atau kembali lengah setelah api padam?



