Uruguay di Ujung Tanduk: Kalahkan Spanyol atau Pulang
Baca dalam 60 detik
- Dua hasil imbang membuat Uruguay wajib menang atas Spanyol di laga pamungkas Grup H Piala Dunia 2026.
- Penampilan inkonsisten dan kegagalan memanfaatkan peluang menjadi biang keladi posisi genting La Celeste.
- Laga hidup mati pada 26 Juni di Monterrey akan menentukan nasib tim asuhan Marcelo Bielsa.

Jalan Uruguay menuju babak gugur Piala Dunia 2026 semakin terjal. Setelah dua kali bermain imbang—melawan Arab Saudi dan Cabo Verde—tim asuhan Marcelo Bielsa kini hanya punya satu pilihan: mengalahkan Spanyol di pertandingan terakhir Grup H. Jika gagal, kepastian tersingkir akan menghampiri La Celeste.
Dua hasil seri 2-2 yang diraih di Miami memperlihatkan kelemahan fundamental Uruguay: ketidakmampuan menjaga konsistensi. Melawan Arab Saudi, mereka tampil buruk di babak pertama sebelum bangkit setelah jeda. Pola serupa terulang saat berhadapan dengan Cabo Verde. Kilatan permainan apik muncul sesekali, namun tidak bertahan lama. Akibatnya, poin penuh yang ditargetkan melayang.
Gelandang Nicolas De la Cruz tidak menutupi kekecewaan. “Ini pil pahit. Kami seharusnya bisa mengumpulkan lebih banyak poin di kedua laga. Tapi sepak bola tidak selalu berjalan sesuai rencana,” ujarnya seusai pertandingan. Ia mengakui timnya bergulat dengan berbagai masalah yang saling bertumpuk. Namun, ia menolak menjadikan gaya bermain lawan sebagai alasan.
Keputusan taktis Bielsa memindahkan Federico Valverde dari sayap kanan ke lini tengah sempat memberi angin segar. Gelandang Real Madrid itu beberapa kali menusuk pertahanan Cabo Verde dengan kecepatan, mengacaukan struktur bertahan lawan. Namun, tim asal Afrika itu tidak gentar. Mereka bermain setara dan kerap merepotkan lini belakang Uruguay. Bek Sebastian Caceres mengakui ketajaman di kedua sisi lapangan menjadi masalah. “Kami ingin menang hari ini agar posisi lebih nyaman. Tapi kami tidak cukup tajam di depan dan belakang. Itulah yang merugikan kami,” katanya.
Kemenangan telak Spanyol atas Arab Saudi membuat posisi Uruguay kian tertekan. Namun, para pemain memilih fokus pada diri sendiri. “Kami tidak peduli dengan hasil Spanyol. Bagaimanapun, kami harus menang. Itu yang terpenting,” tegas Maxi Araujo. Mentalitas itu akan diuji di laga hidup mati nanti.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjuangan Uruguay mengingatkan pada drama tim-tim yang terdesak di fase grup. Pertandingan melawan Spanyol bukan sekadar soal gengsi, melainkan kelangsungan hidup di turnamen. Akankah Bielsa meracik strategi jitu untuk membungkam La Furia Roja? Atau justru Spanyol yang akan menunjukkan kelasnya? Jawabannya akan diketahui pada 26 Juni di Monterrey.



