Live Streaming Misteri Berakhir: Influencer Paranormal Ditemukan Lemas di Toilet Umum Melaka
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria berusia 34 tahun yang dilaporkan hilang saat melakukan siaran langsung misteri di Melaka ditemukan dalam kondisi lemas di toilet umum setelah dua hari pencarian.
- Korban diduga pingsan atau mengalami kelelahan ekstrem selama live streaming, yang terputus secara tiba-tiba pada 19 Juni lalu, memicu kekhawatiran teman-temannya.
- Insiden ini menyoroti risiko konten ekstrem di media sosial, terutama di Indonesia di mana tren konten horor dan paranormal masih populer di kalangan kreator.

Seorang pria yang diduga sebagai influencer konten paranormal ditemukan dalam kondisi lemah di toilet umum kawasan Taman Botani Melaka, Selasa sore, setelah dilaporkan hilang selama lebih dari dua hari. Korban berusia 34 tahun itu sebelumnya melakukan siaran langsung misteri di sebuah resor, yang tiba-tiba terputus dan membuatnya tidak dapat dihubungi.
Menurut Kepala Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Melaka, Deputi Superintenden II Mohd Hafidzatullah Rashid, korban ditemukan oleh seorang pejalan kaki pada pukul 15.03 waktu setempat. Tim pemadam yang menerima laporan pukul 12.18 langsung mengerahkan dua mobil pemadam dan tujuh personel dari Stasiun Ayer Keroh. Mereka melakukan pencarian di sekitar resor dalam kawasan Taman Botani sebelum akhirnya korban ditemukan di toilet umum.
Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Melaka untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisinya dilaporkan lemah, namun belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kehilangan kesadaran atau cedera yang diderita.
Kepala Polisi Distrik Melaka Tengah, Superintenden Halim Abas, mengungkapkan bahwa korban diduga tengah melakukan siaran langsung tentang aktivitas paranormal di sebuah resor. Siaran tersebut berlangsung sekitar 30 menit sebelum tiba-tiba terputus. Teman korban berusaha menghubungi melalui ponsel dan WhatsApp, namun tidak mendapat respons, sehingga melaporkan kehilangan pada pihak berwenang.
โKami menerima laporan kehilangan pada pukul 12.18 siang, dan tim langsung bergerak. Korban ditemukan dalam keadaan lemas di toilet umum, bukan di lokasi siaran,โ ujar Mohd Hafidzatullah Rashid dalam pernyataan resmi.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para kreator konten ekstrem, terutama di Indonesia di mana tren live streaming misteri dan horor masih marak. Beberapa kreator Tanah Air kerap melakukan siaran di tempat angker atau melakukan ritual tertentu untuk menarik penonton, tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan. Kasus di Melaka ini menunjukkan bahwa aktivitas semacam itu bisa berakibat fatal jika tidak diantisipasi dengan baik.
Pihak berwenang Malaysia masih menyelidiki penyebab pasti hilangnya korban dan apakah ada unsur kelalaian atau tindak pidana. Sementara itu, komunitas kreator konten diharapkan lebih waspada dan tidak mengorbankan keselamatan demi konten viral. Ke depannya, perlu ada regulasi atau pedoman yang lebih jelas mengenai batasan konten berbahaya di platform media sosial, terutama yang melibatkan risiko fisik.



