Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Lopetegui Nilai Perjuangan Tim Tetap Positif
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan 3-1 dari Bosnia-Herzegovina memastikan langkah Qatar terhenti di fase grup Piala Dunia 2026.
- Pelatih Julen Lopetegui menilai pencapaian lolos kualifikasi dan raihan satu poin merupakan langkah maju bagi sepak bola Qatar.
- Pengalaman ini diharapkan menjadi fondasi bagi generasi muda Qatar untuk bersaing di turnamen internasional mendatang.

Kekalahan 3-1 dari Bosnia-Herzegovina pada Rabu (24/6) memastikan Qatar tersingkir dari Piala Dunia 2026 di fase grup, namun pelatih Julen Lopetegui menegaskan bahwa perjalanan timnya tetap layak diapresiasi. Bagi Qatar, ini adalah kali pertama mereka lolos ke putaran final melalui jalur kualifikasi, setelah sebelumnya hanya tampil sebagai tuan rumah pada edisi 2022.
Lopetegui menilai bahwa meskipun hasil akhir mengecewakan, turnamen ini memberikan banyak pelajaran berharga. "Saya pikir para pemain telah menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing di level ini," ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa raihan satu poin dari hasil imbang 1-1 melawan Swiss pada laga perdana merupakan pencapaian bersejarah.
Qatar memulai turnamen dengan kejutan saat menahan imbang Swiss berkat gol penyeimbang di menit akhir. Namun, kekalahan telak 6-0 dari Kanada pada pertandingan kedua membuat peluang mereka menipis. Kemenangan atas Bosnia menjadi syarat mutlak untuk lolos, tetapi Qatar justru kebobolan tiga gol dan hanya mampu membalas satu kali.
Lopetegui menekankan bahwa pengalaman ini harus menjadi modal bagi regenerasi pemain Qatar. "Beberapa pemain mungkin ini adalah Piala Dunia terakhir mereka, tetapi para pemain muda harus belajar dari contoh ini untuk masa depan," katanya. Ia optimistis bahwa fondasi yang dibangun akan membawa Qatar ke level yang lebih tinggi, meskipun waktu pastinya belum bisa diprediksi.
Bagi Indonesia, perjalanan Qatar ini menjadi cerminan betapa sulitnya bersaing di panggung sepak bola dunia. Timnas Indonesia yang tengah berjuang meningkatkan peringkat FIFA dan kualitas kompetisi domestik bisa mengambil pelajaran dari kegigihan Qatar. Keberhasilan mereka meraih poin perdana di Piala Dunia menunjukkan bahwa dengan perencanaan jangka panjang dan pembinaan pemain muda, bukan tidak mungkin Indonesia suatu hari bisa menorehkan prestasi serupa.
Langkah Qatar selanjutnya adalah kembali ke meja perencanaan. Dengan mayoritas pemain yang masih muda, Lopetegui berharap mereka bisa terus berkembang. Pertanyaan besarnya: akankah Qatar mampu mempertahankan tren positif ini dan lolos ke Piala Dunia berikutnya? Atau justru akan kembali ke masa sulit seperti sebelum era Lopetegui? Hanya waktu yang akan menjawab.



