Rayan Gantikan Raphinha yang Cedera, Brasil Rotasi Tim Hadapi Skotlandia
Baca dalam 60 detik
- Penyerang muda Rayan mendapat kepercayaan tampil sebagai starter menggantikan Raphinha yang cedera pada laga pamungkas Grup C Piala Dunia 2026.
- Pelatih Brasil Carlo Ancelotti hanya melakukan satu perubahan, sementara Skotlandia melakukan empat rotasi besar setelah kekalahan dari Maroko.
- Neymar yang baru pulih dari cedera betis memulai laga dari bangku cadangan, menjadi opsi taktis di babak kedua.

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti hanya melakukan satu perubahan pada susunan pemain untuk laga penentu Grup C Piala Dunia 2026 melawan Skotlandia, dengan memasukkan penyerang Rayan menggantikan winger Raphinha yang mengalami cedera. Di sisi lain, pelatih Skotlandia Steve Clarke melakukan empat rotasi besar setelah timnya kalah 1-0 dari Maroko.
Pertandingan yang digelar di Miami pada Rabu (24/6) waktu setempat ini menjadi penentu nasib kedua tim di fase grup. Brasil saat ini memuncaki klasemen sementara Grup C setelah mengalahkan Haiti 3-0, sementara Skotlandia berada di posisi ketiga dengan satu poin hasil imbang lawan Haiti dan kekalahan dari Maroko.
Keputusan Ancelotti menempatkan Rayan di lini depan bersama Vinicius Jr dan Matheus Cunha menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pemain muda tersebut. Rayan, yang sebelumnya tampil impresif di babak kualifikasi, diharapkan mampu memberikan daya gedor tambahan di sisi sayap. Sementara itu, Neymar yang baru pulih dari cedera betis yang dideritanya lebih dari sebulan lalu harus puas memulai laga dari bangku cadangan. Ini menjadi penampilan perdana Neymar di Piala Dunia 2026 setelah absen pada dua laga sebelumnya.
Di kubu Skotlandia, Clarke melakukan perubahan besar-besaran dengan memasukkan Ben Gannon-Doak, Lawrence Shankland, Kenny McLean, dan Scott McKenna sebagai starter. Mereka menggantikan Kieran Tierney, Grant Hanley, Che Adams, dan Ryan Christie. Langkah ini diambil untuk menyegarkan tim dan mencari kemenangan yang wajib diraih jika ingin lolos ke babak 16 besar. Skotlandia saat ini berada di posisi ketiga dengan satu poin, tertinggal dua poin dari Maroko yang berada di posisi kedua.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim-tim besar seperti Brasil mengelola rotasi pemain di tengah jadwal padat Piala Dunia. Pelajaran tentang manajemen kebugaran pemain dan kedalaman skuad bisa menjadi referensi bagi klub-klub di Liga Indonesia yang kerap menghadapi masalah serupa. Selain itu, kehadiran Neymar di bangku cadangan menjadi pengingat bahwa pemain bintang pun perlu waktu pemulihan yang cukup setelah cedera.
Dengan hanya satu perubahan, Ancelotti tampaknya ingin mempertahankan ritme permainan yang sudah terbangun. Namun, Skotlandia yang melakukan banyak rotasi justru berpotensi tampil lebih agresif dan tidak terduga. Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat karena kedua tim sama-sama membutuhkan poin penuh. Apakah rotasi besar Clarke akan membuahkan hasil, atau justru konsistensi Brasil yang akan berbicara?



