Ibrahim Mbaye, Remaja Senegal yang Mengguncang Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Ibrahim Mbaye, 18 tahun, menjadi pencetak gol termuda asal Afrika di Piala Dunia setelah menjebol gawang Prancis.
- Penampilannya melawan favorit juara membuka peluang masuk starting eleven Senegal saat berhadapan dengan Norwegia.
- Rekor sebelumnya dipegang Moussa Wague, juga dari Senegal, sejak 2018.

Gol perdana Ibrahim Mbaye di Piala Dunia 2026 tidak hanya memperkecil ketertinggalan Senegal dari Prancis, tetapi juga mengukuhkan namanya sebagai pemain termuda asal Afrika yang mencetak gol di turnamen terakbar sepak bola. Pada usia 18 tahun 142 hari, penyerang muda jebolan akademi Paris Saint-Germain itu memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang rekan senegaranya, Moussa Wague.
Dalam laga Grup I yang berlangsung di New York New Jersey, Mbaye masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol spektakuler pada menit ke-90. Ia memperdaya bek Lucas Hernandez sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Mike Maignan. Meski Senegal akhirnya kalah 1-3, gol tersebut menjadi titik terang bagi skuad asuhan Pape Thiaw.
Pelatih Pape Thiaw mengakui timnya sebenarnya mampu unggul lebih dulu sebelum Prancis bangkit di babak kedua. "Kami kehilangan bola terlalu mudah dan itu berujung pada kebobolan," ujarnya. Meski demikian, Thiaw tetap percaya pada trio lini depan Sadio Mane, Nicolas Jackson, dan Ismaila Sarr yang diturunkan sejak awal. Namun, performa Mbaye yang impresif membuatnya layak dipertimbangkan sebagai starter saat Senegal menghadapi Norwegia pada 22 Juni.
Mbaye sendiri mengaku bangga bisa mencetak gol di Piala Dunia pertamanya. "Saya pikir, 'skor 2-0, menit ke-90, kenapa harus mundur?' Jadi saya maju, melewati bek, dan beruntung bisa mencetak gol," katanya. Ia juga mendedikasikan gol tersebut untuk keluarganya yang hadir di stadion.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Mbaye mengingatkan pada fenomena pemain muda Asia Tenggara yang menembus panggung dunia. Senegal, yang pernah menjadi lawan timnas Indonesia di laga uji coba, menunjukkan bahwa investasi pada pembinaan usia dini bisa melahirkan bintang seperti Mbaye. Jika terus diberi kesempatan, bukan tidak mungkin ia akan menjadi andalan baru Senegal di turnamen-turnamen mendatang.
Pertandingan melawan Norwegia akan menjadi ujian sesungguhnya. Dengan ancaman dari Erling Haaland, Thiaw mungkin tidak akan ragu memasukkan Mbaye lebih awal. Jika ia kembali menunjukkan ketajamannya, Luis Enrique, pelatih PSG yang juga mantan mentornya, pasti akan tersenyum bangga di depan layar televisi.



