Komika dan Pendeta Allan Finnegan Meninggal Dunia Usai Lawan Kanker Langka
Baca dalam 60 detik
- Allan Finnegan, yang dikenal sebagai komika berbalut jubah pendeta di Britain's Got Talent, mengembuskan napas terakhir pada 19 Juni 2026 dalam usia 59 tahun.
- Ia didiagnosis menderita melanoma okular pada 2022, kanker langka yang kemudian menyebar ke hati dan dinyatakan tak bisa dioperasi pada akhir 2023.
- Kepergiannya meninggalkan jejak perpaduan unik antara humor dan spiritualitas yang menginspirasi banyak penggemar di Inggris dan dunia.

Allan Finnegan, komedian sekaligus pendeta yang namanya melambung berkat penampilannya di Britain's Got Talent, meninggal dunia pada Jumat (19/6/2026) setelah berjuang melawan kanker langka selama hampir lima tahun. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 59 tahun, dikelilingi istri dan kedua putrinya.
Kabar duka ini diumumkan oleh pihak keluarga melalui akun Instagram resmi Finnegan pada Minggu (21/6/2026). Dalam pernyataan yang dirilis, keluarga menyebut bahwa kepergian sang komedian merupakan momen yang sangat memilukan namun juga penuh keindahan, karena di saat-saat terakhirnya, lagu favoritnya, Wish You Were Here milik Pink Floyd, diputar dan ia menghembuskan napas dengan tenang.
Finnegan, yang lahir di Liverpool, Inggris, dikenal luas karena aksi panggungnya yang khas: membawakan lawakan sambil mengenakan jubah pendeta. Perpaduan antara humor dan spiritualitas ini berhasil memikat para juri seperti Alesha Dixon dan Amanda Holden, serta penonton setia Britain's Got Talent pada tahun 2020. Ia berhasil melaju hingga babak semifinal, membuka jalan bagi karier komedinya di berbagai klub dan acara langsung di seluruh Inggris.
Perjalanan hidup Finnegan penuh liku. Sebelum dikenal sebagai komedian, ia putus sekolah tanpa ijazah dan bekerja di proyek konstruksi. Pada usia 16 tahun, ia menemukan keyakinan setelah berdoa bersama ayah mantan pacarnya. Momen itu membawanya menempuh pendidikan pelayanan gereja, yang kemudian ia padukan dengan bakat komedinya. Gaya humornya yang cerdas dan menyentuh soal kehidupan sebagai rohaniwan menjadi ciri khas yang membuatnya dikenang.
Pada 2022, Finnegan mulai mengeluhkan kilatan cahaya di matanya. Pemeriksaan medis mengungkap adanya tumor di kedua matanya, yang kemudian didiagnosis sebagai melanoma okularโsejenis kanker langka. Meski tumor berhasil diangkat, dokter memperingatkan kemungkinan kanker kembali. Dua tahun kemudian, pada Desember 2023, kabar buruk datang: kanker telah menyebar ke hati dan tak bisa dioperasi. Saat itu, ia berkata kepada Liverpool Echo, "Saya hidup dalam waktu pinjaman."
Kepergian Finnegan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para penggemar. Ia meninggalkan istri, Joyce, serta dua putri, Beccy dan Rachael, dan seorang cucu. Warisannya sebagai komedian yang tak takut menyentuh sisi spiritual akan terus dikenang. Di Indonesia, kisahnya bisa menjadi pengingat akan pentingnya deteksi dini kanker langka dan dukungan bagi pasien yang berjuang melawan penyakit serupa.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana industri hiburan dan komunitas gereja akan terus merayakan sosok yang mampu menjembatani dua dunia yang tampak bertolak belakang. Akankah ada penerus yang mampu meniru jejak unik Finnegan?



