Stokes dan Atkinson Kembali ke Skuad Inggris Usai Sanksi Disiplin Dicabut
Baca dalam 60 detik
- Kapten Ben Stokes dan pelempar cepat Gus Atkinson diizinkan kembali memperkuat Inggris pada tes ketiga melawan Selandia Baru setelah menjalani sidang disiplin.
- Keduanya diskors dari tes kedua karena insiden di klub malam London, yang berujung pada kekalahan Inggris dan membuat seri 1-1.
- Keputusan ECB ini menjadi sorotan mengingat pentingnya peran Stokes sebagai pemimpin tim di tengah tekanan untuk memenangkan seri.

Kapten tim kriket Inggris, Ben Stokes, bersama pelempar cepat Gus Atkinson, resmi kembali masuk dalam skuad untuk pertandingan tes ketiga melawan Selandia Baru di Nottingham. Keputusan ini diumumkan oleh England and Wales Cricket Board (ECB) pada Minggu, 21 Juni, setelah proses sidang disiplin terhadap keduanya selesai.
Stokes dan Atkinson sebelumnya diskors dari pertandingan tes kedua yang berlangsung di London. Skorsing ini buntut dari insiden di sebuah klub malam pada 8 Juni dini hari, yang memicu penyelidikan internal ECB. Tanpa kehadiran dua pemain kunci tersebut, Inggris harus menelan kekalahan telak 253 run dari Selandia Baru pada hari keempat pertandingan. Hasil itu membuat kedudukan seri menjadi 1-1 setelah Inggris memenangkan tes pertama.
Dalam pernyataan resminya, ECB menegaskan bahwa kedua pemain telah menjalani sidang disiplin dan siap kembali memperkuat tim. โBen Stokes dan Gus Atkinson telah dimasukkan dalam skuad Inggris untuk Tes Rothesay ketiga melawan Selandia Baru setelah kesimpulan sidang disiplin ECB terkait perilaku mereka pada 8 Juni,โ demikian bunyi pernyataan tersebut. ECB tidak merinci hukuman tambahan selain skorsing yang sudah dijalani.
Kembalinya Stokes dan Atkinson menjadi angin segar bagi Inggris yang tengah berjuang memenangkan seri. Stokes, sebagai kapten, memiliki peran sentral baik dalam strategi permainan maupun sebagai motivator tim. Sementara Atkinson, yang dikenal dengan kecepatan lemparannya, diharapkan bisa memperkuat lini bowling Inggris yang tampil kurang meyakinkan di tes kedua. Bagi Selandia Baru, kepulangan dua pemain ini tentu menjadi tantangan tersendiri setelah mereka berhasil menyamakan kedudukan.
Di Indonesia, meskipun kriket bukan olahraga utama, perkembangan ini tetap menarik perhatian penggemar kriket tanah air yang mengikuti kompetisi internasional. Turnamen seperti Piala Dunia Kriket dan seri tes antarnegara memiliki basis penggemar yang terus bertumbuh, terutama di kalangan ekspatriat dan komunitas pecinta olahraga. Keputusan ECB ini juga menjadi pengingat bahwa disiplin pemain menjadi faktor krusial dalam menjaga integritas kompetisi.
Pertandingan tes ketiga yang akan berlangsung di Trent Bridge, Nottingham, mulai 25 Juni mendatang diprediksi berlangsung sengit. Inggris akan berusaha memanfaatkan keuntungan bermain di kandang dan kehadiran kembali Stokes-Atkinson untuk merebut kemenangan. Sementara Selandia Baru, yang tengah dalam performa baik, siap memberikan perlawanan ketat. Akankah Inggris mampu bangkit dan memenangkan seri, atau justru Selandia Baru yang akan mencuri kemenangan? Publik kriket dunia menanti jawabannya.



