Ducati Rekrut Pedro Acosta, Bagnaia Angkat Kaki Akhir 2026
Baca dalam 60 detik
- Pedro Acosta resmi bergabung dengan Ducati untuk musim 2027-2028, menggantikan Francesco Bagnaia yang akan hengkang setelah musim 2026.
- Keputusan Ducati menandai perombakan besar di tim pabrikan, dengan Marc Marquez sebagai rekan setim Acosta hingga 2028.
- Bagnaia, yang membawa Ducati meraih gelar juara dunia pertama dalam 15 tahun, memilih mencari tantangan baru setelah performanya menurun sejak kedatangan Marquez.

Ducati mengumumkan perombakan besar di tim pabrikan MotoGP mereka pada Rabu (24/6) dengan menandatangani kontrak Pedro Acosta untuk musim 2027 dan 2028, hanya beberapa jam setelah mengonfirmasi kepergian Francesco Bagnaia pada akhir musim 2026.
Pembalap Spanyol berusia 22 tahun itu akan berpasangan dengan Marc Marquez, yang kontraknya baru saja diperpanjang hingga 2028. Langkah ini mengakhiri era delapan tahun Bagnaia bersama Ducati, di mana ia berhasil merebut gelar juara dunia pertama tim dalam 15 tahun pada 2022 dan menjadi pembalap paling sukses dengan 31 kemenangan, 62 podium, dan 28 pole position.
Acosta, yang dijuluki sebagai talenta paling cemerlang di MotoGP, telah memenangi gelar Moto3 dan Moto2 dalam tiga tahun sejak debutnya. Di kelas utama, ia meraih gelar Rookie of the Year pada 2024 dan finis keempat klasemen 2025 bersama KTM dengan 13 podium. Saat ini ia berada di peringkat keenam musim ini, tertinggal 48 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi.
Bagnaia, yang akrab disapa Pecco, akan menjalani balapan terakhirnya untuk Ducati di Grand Prix Valencia pada 27-29 November. Dalam unggahan Instagram, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya. โKami tumbuh bersama, melewati segala situasi tanpa menyerah, dan selalu saling mendorong untuk memberikan yang terbaik. Saya merasa perlu memulai tantangan baru, tapi saya tidak akan pernah melupakan apa yang telah kami lalui,โ tulisnya.
Keputusan Ducati tidak lepas dari penurunan performa Bagnaia sejak Marquez bergabung pada 2025. Musim lalu, Marquez mendominasi dengan merebut gelar ketujuhnya, sementara Bagnaia finis kelima dengan selisih 257 poin. Sebelumnya, Bagnaia adalah pembalap utama Ducati. CEO Ducati Motor Holding Claudio Domenicali memuji gaya balap Bagnaia yang bersih dan elegan, serta profesionalismenya di luar lintasan.
โHasil olahraga hanya sebagian dari nilai Pecco. Gaya balapnya yang bersih dan elegan, serta keadilannya di lintasan, membuat para Ducatisti jatuh cinta padanya,โ ujar Domenicali.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, perombakan ini menambah daya tarik musim depan. Dengan hadirnya Acosta yang masih muda dan agresif, persaingan di papan atas diprediksi semakin sengit. Indonesia, yang memiliki basis penggemar MotoGP besar, tentu akan menyaksikan dinamika baru antara Acosta dan Marquez, dua pembalap Spanyol dengan gaya berbeda.
Bagnaia sendiri akan menghadapi Grand Prix Belanda akhir pekan ini setelah meraih kemenangan pertamanya musim ini di sprint race Grand Prix Republik Ceko. Namun, ia gagal mempertahankan keunggulan di balapan utama dan finis ketiga. Saat ini ia tertinggal 53 poin dari Bezzecchi. Pertanyaan besarnya: mampukah Bagnaia bangkit dan mengakhiri musim dengan gemilang sebelum benar-benar meninggalkan Ducati?



