Ben Stokes Kembali Pimpin Inggris: Fokus Penuh pada Kemenangan Seri
Baca dalam 60 detik
- Kapten Inggris Ben Stokes kembali memimpin tim setelah diskors akibat melanggar jam malam bersama Gus Atkinson.
- Stokes membantah hubungannya dengan pelatih Brendon McCullum memburuk, meski performa tim menurun dalam delapan tes terakhir.
- Pertandingan penentu melawan Selandia Baru di Trent Bridge akan menjadi ujian bagi soliditas tim Inggris.

Kapten tim kriket Inggris, Ben Stokes, menegaskan bahwa seluruh perhatiannya tertuju pada upaya memenangkan pertandingan penentu seri melawan Selandia Baru di Trent Bridge, setelah dua pekan penuh gejolak akibat pelanggaran disiplin yang membuatnya diskors. Stokes, yang kembali memimpin tim setelah penyelidikan selesai, mengakui bahwa insiden tersebut telah mengalihkan perhatian dari target utama tim.
Stokes bersama bowler Gus Atkinson dikeluarkan dari skuad pada tes kedua setelah keduanya melanggar jam malam tim usai kemenangan di Lord's pada 8 Juni. Insiden di klub malam itu memicu investigasi oleh Dewan Kriket Inggris dan Regulator Kriket, yang akhirnya menjatuhkan peringatan tertulis kepada keduanya. Meski dinyatakan tidak terlibat dalam insiden dengan pemain rugby Saracens, pelanggaran kontrak tetap dianggap serius.
Tanpa Stokes, Inggris mengalami kekalahan telak di The Oval di bawah kepemimpinan kapten pengganti Joe Root. Kekalahan 253 run itu memicu kritik terhadap taktik Root, yang menurut Stokes sulit diterima sebagai seorang teman. "Melihat dia berdiri dan mengambil tanggung jawab itu pekan lalu menunjukkan banyak tentang karakternya. Sebagai teman, sulit melihat reaksi yang dia terima," ujar Stokes.
Stokes juga membantah spekulasi tentang keretakan hubungannya dengan pelatih kepala Brendon McCullum. Keduanya dikenal sebagai arsitek gaya bermain agresif "Bazball" yang sempat sukses sejak 2022, namun belakangan performa tim menurun. "Ada kesalahpahaman besar tentang saya dan Brendon. Kami memang memiliki hubungan profesional, tetapi di luar itu kami benar-benar sahabat baik. Tidak setuju dalam segala hal bukan berarti ada perpecahan," tegas Stokes.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana tekanan disiplin dan kepemimpinan dapat memengaruhi dinamika tim. Meski kriket belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, turnamen internasional seperti seri ini kerap menjadi tontonan bagi komunitas ekspatriat dan penggemar olahraga di kota-kota besar. Kedisiplinan pemain menjadi sorotan, mengingat standar tinggi yang diterapkan di olahraga profesional Inggris.
Stokes mengaku telah meminta maaf kepada rekan setimnya atas gangguan yang ditimbulkan. "Anda harus cukup besar dan cukup jantan untuk memikulnya di pundak Anda, dan menatap mata semua orang yang terkena dampak serta meminta maaf sebagaimana mestinya," katanya. Ia menambahkan bahwa insiden itu tidak hanya memengaruhi dirinya, tetapi juga Joe Root, skuad, dan bahkan pemain yang menjalani debut.
Pertandingan ketiga di Trent Bridge akan menjadi penentu seri. Stokes menegaskan, "Sekarang fokus saya adalah pada tim dan seri. Kami imbang 1-1 dalam seri tiga pertandingan, pekan ini sangat penting bagi tim ini apa pun yang terjadi." Dengan kembalinya Stokes dan Atkinson, Inggris berharap dapat mengembalikan momentum dan mengamankan kemenangan seri di kandang sendiri.



