Stokes Kembali Pimpin Inggris di Tes Ketiga Setelah Skandal Disiplin
Baca dalam 60 detik
- Ben Stokes dan Gus Atkinson diizinkan kembali bermain setelah menjalani sidang disiplin terkait pelanggaran jam malam dan insiden di klub malam London.
- Keduanya mendapat peringatan tertulis, namun ECB menyatakan Stokes tidak terlibat kekerasan dan Atkinson menjadi korban serangan tanpa provokasi.
- Joe Root yang menggantikan Stokes sebagai kapten justru mencetak rekor 14.000 run Tes, menyamai legenda India Sachin Tendulkar.

Kapten tim kriket Inggris, Ben Stokes, bersama pelempar cepat Gus Atkinson, akan kembali memperkuat skuad pada laga Tes ketiga melawan Selandia Baru di Nottingham setelah menjalani sidang disiplin oleh England and Wales Cricket Board (ECB). Keputusan ini diumumkan pada Minggu (21/6) dan mengakhiri ketidakpastian mengenai masa depan kedua pemain di tengah sisa seri.
Stokes dan Atkinson diskors dari Tes kedua setelah melanggar jam malam di sebuah klub malam London. Insiden itu juga melibatkan anggota staf keamanan Inggris yang terlibat pertengkaran dengan pemain rugbi Saracens. Meski demikian, hasil investigasi ECB menunjukkan bahwa Stokes tidak hadir saat kekerasan terjadi, sementara Atkinson justru menjadi sasaran serangan tanpa provokasi dan tidak membalas. Kedua pemain akhirnya hanya menerima peringatan tertulis.
Ketidakhadiran Stokes di Tes kedua berdampak signifikan. Inggris harus menelan kekalahan telak 253 run dari Selandia Baru di The Oval, yang membuat skor seri menjadi 1-1. Pelatih kepala Brendon McCullum sebelumnya sudah mengindikasikan bahwa Stokes akan kembali setelah ia ditarik dari pertandingan County Durham melawan Northamptonshire atas permintaan ECB.
Dalam pernyataan resmi, ECB menegaskan bahwa Stokes dan Atkinson melanggar kewajiban kontrak yang mengharuskan pemain menjaga standar perilaku tertinggi. โKeduanya terbukti melanggar kewajiban kontrak spesifik yang mewajibkan pemain Inggris untuk setiap saat menjaga standar perilaku tertinggi dan bertindak demi kepentingan terbaik kriket Inggris,โ bunyi pernyataan tersebut.
Menariknya, ketidakhadiran Stokes justru menjadi momentum bagi Joe Root yang menggantikannya sebagai kapten. Root berhasil mencapai tonggak 14.000 run Tes, menjadikannya pemain kedua dalam sejarah yang mencapai angka tersebut setelah legenda India, Sachin Tendulkar. Prestasi ini menambah kedalaman skuad Inggris yang kini memiliki dua kapten potensial.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, kasus ini mengingatkan pada pentingnya disiplin di level tertinggi olahraga. Meski kriket belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, perkembangan di kancah internasional kerap menjadi tolok ukur bagi pembinaan atlet di negara berkembang. Regulasi ketat seperti yang diterapkan ECB bisa menjadi contoh bagi federasi olahraga Indonesia dalam menegakkan kode etik pemain.
Stokes sendiri menunjukkan performa impresif saat membela Durham dengan mencetak 95 run dari 118 bola melawan Northamptonshire. Sementara itu, Atkinson juga tampil gemilang dengan empat wicket untuk Surrey melawan Glamorgan sebelum ditarik. Keduanya dipastikan masuk dalam skuad 15 pemain untuk Tes ketiga yang akan berlangsung di Trent Bridge, Nottingham, mulai 25 Juni.
Dengan kembalinya Stokes dan Atkinson, Inggris diharapkan bisa bangkit dan merebut kembali keunggulan di seri ini. Namun, pertanyaan besar tetap mengemuka: apakah sanksi ringan ini cukup untuk memberi efek jera, atau justru akan memicu kontroversi di masa depan? Publik kriket dunia akan mengawasi langkah selanjutnya dari tim asuhan McCullum.



