Visa AS Ditolak, Ambisi Joe Cordina Jadi Juara Dunia Tiga Kali Pupus
Baca dalam 60 detik
- Joe Cordina batal bertarung memperebutkan gelar WBO kelas ringan karena visa AS ditolak kedutaan di London.
- Petinju Wales itu menyebut penolakan visa tanpa alasan jelas menggagalkan mimpinya menjadi juara dunia tiga kali di dua kelas.
- Pertarungan yang seharusnya menjadi laga utama di Cleveland pada 4 Juli kini resmi dibatalkan.

Petinju asal Wales, Joe Cordina, harus merelakan kesempatan emas merebut sabuk juara dunia kelas ringan WBO setelah pemerintah Amerika Serikat menolak permohonan visanya. Padahal, laga melawan petinju Amerika, Abdullah Mason, dijadwalkan berlangsung di Cleveland pada 4 Juli mendatang.
Cordina, yang pernah menjadi juara dunia kelas super bulu IBF, mengaku sangat kecewa. Melalui unggahan di media sosial, ia mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar AS di London menolak permohonan visanya tanpa memberikan penjelasan yang memadai. "Saya sudah membawa semua dokumen yang diperlukan, tetapi mereka tetap tidak mengizinkan saya masuk," ujarnya.
Penolakan visa ini tidak hanya membatalkan pertarungan, tetapi juga menghentikan langkah Cordina untuk menjadi petinju pertama Wales yang meraih gelar juara dunia tiga kali di dua kelas berbeda. Pertarungan melawan Mason merupakan kesempatan emas, mengingat Mason baru saja merebut gelar WBO setelah mengalahkan Sam Noakes pada November 2025.
Bagi Cordina, kesempatan bertarung di Amerika Serikat adalah salah satu target utama kariernya. Sebelumnya, ia pernah bertarung di California pada Desember 2025 dan meraih kemenangan mutlak atas Gabriel Flores Jr. Kemenangan itu sekaligus menempatkannya sebagai penantang utama Mason. Namun, ambisi itu kini harus tertunda.
Kabar penolakan visa ini memunculkan spekulasi bahwa Cordina mungkin mengalami cedera, namun ia membantahnya. "Tidak ada cedera. Saya menjalani kamp pelatihan yang luar biasa," tegasnya. Ia juga menyatakan rasa bersalahnya kepada Mason yang sudah mempersiapkan diri untuk pertarungan tersebut.
Bagi penggemar tinju Indonesia, kasus ini mengingatkan pada pentingnya proses administrasi visa dalam karier atlet. Banyak petinju Indonesia yang juga kerap menghadapi kendala serupa saat hendak bertanding di luar negeri. Penolakan visa seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi pengurus olahraga di Tanah Air untuk lebih proaktif dalam mengurus dokumen perjalanan atlet.
Ke depan, belum jelas apakah pertarungan antara Cordina dan Mason akan dijadwalkan ulang. Cordina sendiri harus mencari jalan keluar agar bisa kembali bersaing di pentas dunia. Satu hal yang pasti, penolakan visa ini menjadi pukulan telak bagi karier petinju yang pernah menjadi bagian dari program Tim Olimpiade Inggris bersama Anthony Joshua tersebut.



