Panama vs Kroasia: Laga Hidup Mati di Toronto, Tiket 16 Besar Dipertaruhkan
Baca dalam 60 detik
- Panama dan Kroasia berhadapan di Toronto dalam laga krusial Grup L Piala Dunia 2026, dengan tekanan besar karena kekalahan bisa memupus asa lolos ke babak gugur.
- Panama masih memburu kemenangan perdana di Piala Dunia setelah takluk 1-0 dari Ghana, sementara Kroasia harus bangkit dari kekalahan 4-2 melawan Inggris.
- Hasil pertandingan ini sangat bergantung pada laga lain antara Ghana dan Inggris, yang bisa langsung menentukan nasib kedua tim.

Dua tim yang tengah terpojok, Panama dan Kroasia, akan saling sikut di Toronto Stadium pada Selasa (23/6) dalam laga yang tak ubahnya final awal. Kekalahan bagi salah satu tim bisa berarti tiket pulang lebih cepat, tergantung hasil pertandingan lain di Grup L yang mempertemukan Ghana dan Inggris.
Panama datang dengan luka usai dikalahkan Ghana 1-0 pada laga pembuka. Gol telat Caleb Yirenkyi di menit kelima injury time membuat skuat asuhan Thomas Christiansen gigit jari. Padahal, Panama tampil dominan di babak pertama dengan 11 percobaan ke gawang. “Hasil ini menyakitkan karena kami pantas mendapat lebih,” kata Christiansen, menyesali kegagalan timnya memanfaatkan peluang.
Bagi Panama, laga kontra Kroasia adalah misi mencari sejarah. Negara yang baru pertama kali lolos ke Piala Dunia pada 2018 itu belum pernah merasakan kemenangan di turnamen akbar. Di edisi 2026 yang diikuti 48 tim, Panama lolos di hari terakhir kualifikasi. Kini, mereka butuh ketajaman lini depan yang mandul saat melawan Ghana.
Di kubu lawan, Kroasia juga dalam tekanan. Kekalahan 4-2 dari Inggris di Dallas Stadium membuat pelatih Zlatko Dalic geram, terutama karena dua gol Inggris lahir dari situasi sepak pojok. “Kami tidak punya hak untuk melakukan kesalahan lagi,” tegas Dalic, menyebut pertahanan timnya “bencana” dalam menghadapi bola mati. Kroasia, yang selalu mencapai semifinal dalam dua edisi terakhir (runner-up 2018, peringkat ketiga 2022), kini terancam gagal lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sejak 2010.
Kroasia kemungkinan akan mengandalkan Petar Musa di lini depan, sementara Luka Modric—yang memegang rekor sebagai pemain Kroasia pertama yang tampil di Piala Dunia—akan menjadi motor permainan. Modric, yang dianggap sebagai pemain terbaik Kroasia sepanjang masa, diharapkan bisa mengangkat performa tim setelah kekalahan telak dari Inggris.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Piala Dunia yang diperluas. Dengan 48 tim, peluang tim non-unggulan seperti Panama untuk bersaing semakin terbuka, namun tekanan di setiap laga justru semakin besar. Kroasia, yang memiliki basis penggemar di Indonesia berkat generasi emasnya, juga tengah diuji konsistensinya.
Pertanyaan besarnya: akankah Panama akhirnya memecah telur kemenangan, atau Kroasia bangkit seperti biasa di turnamen besar? Satu hal pasti, Toronto Stadium akan menjadi saksi pertarungan dua tim yang tak punya pilihan selain menang.



