Gibran Janji Tingkatkan Status RS di Asmat Jadi Tipe C, Target Pemerataan Layanan Kesehatan
Baca dalam 60 detik
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkomitmen meningkatkan RSUD Perpetua H. Safanpo di Asmat, Papua Selatan, dari tipe D menjadi tipe C.
- Langkah ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
- Peningkatan status diharapkan dapat mengurangi rujukan pasien ke luar daerah dan menekan biaya yang selama ini ditanggung dana otonomi khusus.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjanjikan peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perpetua H. Safanpo di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, menjadi rumah sakit tipe C. Janji itu disampaikan saat ia meninjau langsung fasilitas kesehatan tersebut di Distrik Agats, Minggu (21/6).
Gibran menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan di wilayah terpencil merupakan bagian dari implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat berkomitmen menghadirkan layanan dasar yang berkualitas dan merata hingga ke daerah-daerah yang masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
"Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini, jadi nanti untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga," ujar Gibran dalam kunjungannya, seperti dikutip dari Antara.
RSUD Perpetua H. Safanpo saat ini berstatus tipe D dan telah dibangun secara bertahap sejak 2016. Direktur rumah sakit, Yenny Yokung Yong, menyambut baik kunjungan Wapres dan berharap hal itu dapat mempercepat proses peningkatan kelas. Menurutnya, rumah sakit ini termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Prabowo-Gibran di sektor kesehatan.
Yenny menyoroti bahwa peningkatan status rumah sakit harus diikuti dengan penambahan alat kesehatan penting, seperti CT scan. Selama ini, pasien yang memerlukan pemeriksaan lanjutan harus dirujuk ke luar daerah, yang membebani biaya operasional rumah sakit. "Kami menanggung pembiayaan melalui dana otsus untuk pasien-pasien dari Orang Asli Papua, khususnya orang Asmat," jelasnya. Biaya tersebut mencakup pendampingan medis hingga fasilitas rumah singgah di kota rujukan seperti Jayapura, Merauke, dan Makassar.
Kunjungan Gibran ke Asmat menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke Papua Selatan. Selain meninjau RSUD, ia juga berdialog dengan sejumlah pasien dan tenaga kesehatan. Langkah ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesenjangan layanan kesehatan di wilayah timur Indonesia, yang kerap menjadi sorotan.
Ke depan, realisasi janji peningkatan status rumah sakit menjadi tipe C akan menjadi indikator keberhasilan program PHTC. Pertanyaannya, seberapa cepat pemerintah dapat merealisasikan peningkatan status dan pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan? Jika terealisasi, warga Asmat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis yang memadai.

