Gakpo dan Brobbey Samai Rekor Robben-Van Persie: Belanda Bangkit
Baca dalam 60 detik
- Cody Gakpo dan Brian Brobbey masing-masing mencetak dua gol saat Belanda menghancurkan Swedia 5-1, menyamai rekor duet Robben dan Van Persie di Piala Dunia 2014.
- Pencapaian ini menjadi sinyal kebangkitan Oranje setelah sempat meredup, dengan Gakpo kini mengoleksi lima gol dalam tujuh penampilan Piala Dunia.
- Jika konsisten, duet Gakpo-Brobbey berpotensi membawa Belanda melaju jauh, mengingatkan pada perjalanan ke semifinal 2014.

Belanda kembali menunjukkan tajinya di pentas Piala Dunia setelah duet Cody Gakpo dan Brian Brobbey mencatatkan sejarah baru. Dalam kemenangan telak 5-1 atas Swedia, Sabtu lalu, kedua pemain masing-masing mencetak dua gol—prestasi yang terakhir kali diraih oleh Arjen Robben dan Robin van Persie saat menghancurkan Spanyol 5-1 pada 2014.
Brobbey, yang menjadi satu-satunya perubahan di starting line-up Belanda, langsung mengguncang pertahanan Swedia dengan dua gol dalam 17 menit pertama. “Saya tidak tahu soal rekor itu, tapi saya sangat bangga. Van Persie dan Robben adalah legenda. Disejajarkan dengan mereka adalah sesuatu yang membuat saya dan tim bangga,” ujar penyerang yang kini membela Ajax itu kepada FIFA.
Setelah jeda, giliran Gakpo yang menunjukkan ketajamannya. Pemain Liverpool itu mencetak dua gol dalam rentang sembilan menit, setelah sebelumnya memberikan assist untuk salah satu gol Brobbey. “Daftar yang bagus untuk menjadi bagian di dalamnya,” canda Gakpo. “Robben dan Van Persie, dan sekarang Brian dan saya. Ini pasti sesuatu yang membanggakan.”
Gakpo, yang masih berusia 15 tahun saat Piala Dunia 2014, mengaku masih ingat betul pertandingan bersejarah melawan Spanyol. “Saya ingat setiap gol dari pertandingan itu. Sekarang saya yang menciptakan kenangan untuk generasi baru pendukung Belanda,” katanya. Dengan tambahan dua gol ini, Gakpo kini telah mengoleksi lima gol dalam tujuh penampilan Piala Dunia—catatan impresif yang membuatnya menjadi sorotan.
Meski sorotan tertuju padanya, Gakpo enggan memuji diri sendiri. “Cahaya memang bersinar sangat terang di panggung ini. Saya sangat senang bisa mencetak gol lagi. Tapi ini adalah performa kolektif. Tim banyak membantu saya untuk berada di posisi yang tepat,” ujarnya rendah hati.
Kemenangan ini membawa Belanda ke puncak klasemen grup dan mengirim sinyal ke lawan-lawannya. Pada 2014, langkah awal yang gemilang membawa Oranje hingga finis ketiga. Kini, dengan duet Gakpo-Brobbey yang mulai padu, mampukah Belanda mengulangi sukses tersebut? Pertanyaan itu kini menggantung di udara, menunggu jawaban di laga-laga selanjutnya.



