Bellingham Tenangkan Inggris: Hasil Imbang Lawan Ghana Bukan Drama
Baca dalam 60 detik
- Inggris ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana di laga kedua Grup L Piala Dunia 2026, namun tetap memuncaki klasemen.
- Jude Bellingham menegaskan timnya tidak panik dan justru melihat pengalaman melawan gaya bermain Afrika sebagai bekal berharga.
- Pelatih Thomas Tuchel menolak anggapan hasil ini sebagai wake-up call, menekankan pentingnya menjaga konsistensi performa.

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, menjadi suara penenang di kubu Inggris setelah mereka hanya bermain imbang tanpa gol melawan Ghana dalam lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Dalam pernyataan yang tegas namun tenang, pemain berusia 22 tahun itu menekankan bahwa hasil tersebut bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bagian dari dinamika turnamen.
Pertandingan yang berlangsung di Boston Stadium itu menyajikan dominasi penguasaan bola Inggris yang mencapai 70 persen dan 19 tembakan ke gawang. Namun, pertahanan Ghana yang digalang Carlos Queiroz tampil disiplin dan agresif, membuat peluang bersih sangat langka. Nico O'Reilly bahkan membentur mistar gawang, sementara Harry Kane gagal memanfaatkan peluang emas di menit-menit akhir.
Bellingham mengakui adanya sedikit kekecewaan, tetapi ia menolak anggapan bahwa timnya sedang dalam tekanan. โIni bukan akhir dunia,โ ujarnya. โKami masih di puncak grup dengan empat poin. Tidak ada drama, tidak ada stres di ruang ganti. Pesan saya hanya satu: tetap positif dan jaga atmosfer yang sudah baik.โ
Pelatih Thomas Tuchel juga membela anak asuhnya. Ia menolak label 'wake-up call' dan justru memuji kegigihan Ghana. โMereka tim fisik dengan pemain cepat di setiap lini. Sangat sulit ditembus,โ kata pelatih asal Jerman itu. โKami tidak perlu dibangunkan. Tidak ada kepercayaan diri berlebihan, malah mungkin sedikit terlalu hati-hati.โ
Bagi Bellingham, pertandingan melawan Ghana justru menjadi pelajaran berharga. Ia menekankan bahwa Piala Dunia adalah ajang untuk menghadapi gaya bermain yang tidak biasa ditemui di Eropa. โAfrika punya ancaman berbeda, terutama dalam serangan balik. Pengalaman ini akan sangat berguna di babak selanjutnya,โ ujarnya.
Dengan satu laga tersisa melawan Panama, Inggris hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tempat di babak 32 besar. Namun, tantangan sesungguhnya mungkin baru dimulai: menghadapi tekanan ekspektasi tinggi publik yang sudah terbiasa melihat timnya tampil dominan. Mampukah The Three Lions menjaga konsistensi dan membuktikan bahwa hasil imbang ini hanyalah sebuah hambatan kecil?



