Modric 200 Laga, Kroasia Tumbangkan Panama di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Kroasia memulai langkah di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Panama, sekaligus memastikan lawan tersingkir.
- Luka Modric mencatatkan penampilan ke-200 bersama timnas, menjadi inspirasi di usianya yang ke-40 tahun.
- Panama sebenarnya tampil dominan di babak pertama, namun gagal memanfaatkan peluang dan akhirnya harus angkat koper.

Luka Modric merayakan caps ke-200 bersama Kroasia dengan kemenangan tipis 1-0 atas Panama dalam laga perdana Grup F Piala Dunia 2026, yang sekaligus memastikan langkah Panama terhenti di turnamen ini.
Bermain di Toronto Stadium, Kroasia tampil kurang meyakinkan di babak pertama. Panama justru mendominasi dan nyaris unggul lebih dulu pada menit ke-23 lewat sundulan keras Jose Luis Rodriguez. Namun, kiper Dominik Livakovic menunjukkan refleks luar biasa dengan menepis bola ke mistar gawang.
Memasuki babak kedua, Kroasia mulai menemukan ritme. Pada menit ke-54, umpan silang rendah Josip Stanisic dari sisi kanan diselesaikan dengan sempurna oleh Ante Budimir yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Gol itu menjadi pembeda sekaligus pukulan telak bagi Panama yang terus berusaha menyamakan kedudukan.
Peluang emas sempat didapat Marco Pasalic tiga menit berselang, namun tembakannya masih bisa diblok kiper Orlando Mosquera dan tendangan berikutnya melambung. Panama bukannya tanpa perlawanan; mereka terus menekan, tetapi Livakovic tampil gemilang di bawah mistar. Hingga peluit panjang berbunyi, Panama gagal mencetak gol pertama mereka di Piala Dunia.
Pelatih Panama, Thomas Christiansen, mengakui timnya bermain berani dan seimbang. โKami berjuang sampai akhir, tetap pada identitas kami. Saya bangga dengan para pemain. Mereka hanya punya satu peluang jelas dan mencetak gol. Itulah sepak bola,โ ujarnya usai pertandingan. Sementara itu, Zlatko Dalic, pelatih Kroasia, memuji lawan yang memberinya kesulitan besar. โSaya tidak menduga akan sesulit ini. Kami butuh tiga poin dan syukurlah bisa memenangi laga untuk Luka di caps ke-200-nya. Dia bermain luar biasa di usia 40 tahun,โ kata Dalic.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kemenangan Kroasia ini menegaskan bahwa tim Eropa tetap menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan, meski harus melalui laga sengit. Sementara itu, kegagalan Panama mengamankan poin menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Piala Dunia, di mana setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Kroasia selanjutnya akan menghadapi lawan yang lebih berat, dan publik menanti apakah Modric masih mampu menjadi motor permainan di usia senjanya.



