Manzambi Pahlawan Swiss: Dua Gol dalam Debut Piala Dunia yang Tak Terlupakan
Baca dalam 60 detik
- Johan Manzambi mencetak dua gol sebagai pemain pengganti saat Swiss mengalahkan Bosnia 3-0 di Piala Dunia 2026.
- Pemain 20 tahun itu mencatat rekor sebagai pemain termuda Swiss yang mencetak brace di Piala Dunia sejak 1950.
- Penampilannya membuka peluang menjadi starter di laga penentu melawan Kanada, sekaligus menegaskan statusnya sebagai talenta muda Eropa.

Johan Manzambi, pemain termuda Swiss di Piala Dunia 2026, mengubah mimpi masa kecil menjadi kenyataan setelah mencetak dua gol spektakuler saat negaranya mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 3-0 di Los Angeles Stadium, Selasa (15/6) waktu setempat. Pemain berusia 20 tahun yang baru masuk pada menit ke-72 itu hanya butuh dua menit untuk membuka skor lewat tendangan voli tinggi, lalu menutup pesta di menit ke-90.
Bagi Manzambi, momen ini adalah puncak karier mudanya. โIni luar biasa โ brace pertama saya, dan terjadi di Piala Dunia,โ ujarnya kepada FIFA setelah laga. โMencetak dua gol di depan para penggemar dan keluarga saya, sungguh tak terlukiskan. Saya rasa saya tidak akan bisa tidur malam ini.โ
Penampilan impresif itu bukanlah kebetulan. Sepanjang musim 2024/25, Manzambi menjadi andalan SC Freiburg di Bundesliga Jerman, bahkan membawa klubnya ke final Eropa pertama mereka, Liga Europa UEFA. Ia dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Swiss 2025 dan Discovery of the Season di kompetisi Eropa. Fleksibilitasnya menjadi kunci: meski berposisi asli sebagai penyerang, ia banyak bermain sebagai gelandang bertahan di paruh kedua musim.
Pelatih Swiss, Murat Yakin, memuji kualitas anak asuhnya. โJohan adalah pemain ceria dengan kemampuan luar biasa. Kami bisa menggunakannya secara fleksibel, lebih bertahan, di lini tengah, atau sebagai striker sayap. Ia pemain jalanan yang butuh kebebasan. Hari ini ia menunjukkan tekanan, dribel, dan penyelesaian akhir yang baik,โ kata Yakin.
Bagi publik Indonesia, kisah Manzambi mengingatkan pada fenomena pemain muda Asia yang bersinar di panggung dunia, seperti Marselino Ferdinan atau Ronaldo Kwateh. Namun, perbedaan level kompetisi membuat pencapaian Manzambi terasa lebih mentereng. Jika Indonesia ingin bersaing di level tertinggi, pengembangan pemain muda dengan jam terbang di liga Eropa menjadi kunci โ sesuatu yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi PSSI dan klub-klub Tanah Air.
Manzambi sendiri mengaku telah bermimpi lebih besar. โTarget saya adalah mencetak dua gol di Piala Dunia โ dan sekarang sudah terwujud! Tapi saya berharap masih ada lagi,โ katanya. Dengan performa ini, ia menjadi kandidat kuat untuk masuk starting eleven pada laga penentu Grup B melawan Kanada, Rabu (16/6) waktu setempat. Jika kembali bersinar, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu bintang muda paling bersinar di turnamen ini.
Pertanyaan terakhir: apakah ini hari terbaik dalam hidup Manzambi? โYa, saya rasa begitu,โ jawabnya sambil tersenyum lebar. Namun, siapa tahu ia masih menyimpan mimpi yang lebih besar โ mencetak lebih banyak gol di Piala Dunia ini dan seterusnya.



