Riko Simanjuntak Dapat Sinyal Kuat Bertahan di PSS Sleman Usai Dilepas Persija
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta resmi melepas Riko Simanjuntak setelah kontraknya berakhir, membuka peluang PSS Sleman merekrutnya secara permanen.
- Saudara Riko memberikan kode bahwa Yogyakarta masih menjadi tempat spesial, memperkuat spekulasi ia akan bertahan di PSS.
- Selama dipinjamkan, Riko tampil konsisten dengan 2 gol dan 11 assist dalam 42 pertandingan, membantu PSS promosi ke Liga 1.

Masa depan Riko Simanjuntak mulai menemukan titik terang setelah Persija Jakarta mengumumkan perpisahan dengan pemain berusia 34 tahun itu. Winger yang akrab disapa Si Kancil tersebut dikabarkan akan melanjutkan karier bersama PSS Sleman secara permanen pada musim 2026/2027.
Keputusan Persija melepas Riko diumumkan pada Rabu (17/6/2026), bersamaan dengan pemain lain seperti Hansamu Yama dan Alfriyanto Nico. Kontrak Riko bersama Macan Kemayoran akan berakhir pada 30 Juni, sehingga PSS memiliki peluang untuk mengamankan jasanya tanpa biaya transfer. Selama dua musim terakhir, Riko menjalani masa peminjaman di PSS dan menjadi bagian penting dalam skema permainan tim asal Sleman tersebut.
Perpisahan dengan Persija menandai akhir dari perjalanan panjang Riko yang dimulai sejak 2018. Bersama tim ibu kota, ia mencatatkan 207 penampilan dengan sumbangan 12 gol dan 67 assist. Kontribusinya tidak hanya individu, tetapi juga membantu Persija meraih sejumlah trofi, termasuk Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, dan Piala Menpora 2021. Kecepatan dan kecerdasannya dalam menempatkan diri membuatnya menjadi momok bagi pertahanan lawan.
Meski manajemen PSS belum memberikan pernyataan resmi, sinyal kuat justru datang dari pihak keluarga. Johan Simanjuntak, saudara Riko, memberikan kode bahwa Yogyakarta masih menjadi tempat spesial bagi sang pemain. "Jogja masih di hati. Itu clue-nya," ujar Johan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Minggu (21/6/2026). Pernyataan ini langsung memicu spekulasi bahwa Riko akan bertahan di Sleman.
Atmosfer suporter dan kedekatan dengan lingkungan tim menjadi faktor yang membuat Riko betah bersama Super Elja. Dukungan penuh dari Sleman fans juga menjadi pertimbangan. Selama dipinjamkan, performa Riko cukup konsisten meski usianya tidak lagi muda. Pengalamannya memberikan pengaruh besar terhadap permainan tim besutan Pieter Huistra, terutama dalam membantu PSS meraih tiket promosi ke kasta tertinggi dengan status runner-up Pegadaian Championship 2025/2026.
Keputusan Riko untuk bertahan di PSS akan menjadi langkah strategis, baik bagi kariernya maupun bagi tim. Dengan kontribusi yang signifikan di lini serang, kehadirannya diharapkan dapat memperkuat PSS dalam menghadapi kompetisi Liga 1 musim depan. Pertanyaan yang tersisa adalah apakah manajemen Laskar Sembada akan segera mengumumkan perekrutan permanen Riko, atau masih ada kejutan lain di bursa transfer?



