Ryan Christie: Dari Pengagum Messi Kini Bersaing di Panggung yang Sama
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Skotlandia Ryan Christie mengaku terinspirasi oleh Lionel Messi yang masih tampil gemilang di usia 38 tahun.
- Christie, yang baru memperpanjang kontrak dengan Bournemouth hingga 2029, percaya Piala Dunia ini bukan yang terakhir baginya.
- Skotlandia hanya butuh satu poin melawan Maroko untuk lolos ke fase gugur, sebuah pencapaian bersejarah yang nyaris tak terbayangkan sebelumnya.

Gelandang Skotlandia Ryan Christie mengaku masih sulit percaya dirinya kini bermain di panggung yang sama dengan Lionel Messi, sang idola masa kecilnya. Menyaksikan Messi mencetak trigol melawan Aljazair di Piala Dunia 2026, Christie merasa seperti penggemar biasa yang terpesona oleh keajaiban sang megabintang.
"Saat Anda bersantai, Anda kembali menjadi penonton," ujar pemain Bournemouth berusia 31 tahun itu. "Melihat Messi melakukan hal-hal luar biasa di usianya sekarang sungguh tak nyata. Saya mengidolakannya sejak kecil, dan kini bermain di panggung yang sama terasa sangat keren."
Bagi Christie, mimpi tampil di Piala Dunia dulu terasa mustahil. Ia tak pernah membayangkan bisa bermain di turnamen sebesar ini, apalagi setelah Skotlandia absen lama dari kompetisi internasional. Air mata haru yang ia tumpahkan saat lolos ke Piala Eropa 2020 menjadi bukti betapa berat perjuangan timnya.
Kini, Skotlandia berada di ambang sejarah. Hanya butuh satu poin dari pertandingan melawan Maroko untuk memastikan tempat di babak knockout. Christie menegaskan timnya tidak akan puas hanya menjadi peserta. "Dari senang bisa berada di sini, kami ingin terus mendorong batas. Manajer terus menginjak pedal gas," katanya.
Meski di atas kertas Skotlandia diunggulkan sebagai underdog, Christie percaya diri timnya bisa menyulitkan Maroko. Ia mengingat pengalaman berharga saat Skotlandia mampu bersaing dengan tim-tim sekelas Maroko di masa lalu. "Kami harus meminimalkan peluang mereka dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyakiti mereka," jelasnya.
Kontrak baru Christie bersama Bournemouth hingga 2029 memberinya ketenangan. Ia melihat banyak pemain di Inggris yang masih tampil prima di usia pertengahan 30-an, bahkan mendekati 40 tahun. Messi yang akan berusia 39 tahun bulan ini menjadi inspirasi bahwa Piala Dunia ini belum tentu menjadi yang terakhir baginya.
Pelatih Steve Clarke terus menekankan pentingnya peran setiap pemain, baik starter maupun pengganti. Christie yang masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Haiti memahami betul filosofi tersebut. "Manajer membuat semua orang sadar bahwa setiap pemain akan dibutuhkan, entah bermain tiga menit atau 90 menit. Semua orang menjalankan peran mereka," ujarnya.
Pertandingan melawan Maroko di Boston akan menjadi panggung pembuktian bagi Christie dan Skotlandia. Satu pertandingan gemilang sudah cukup untuk mengukir sejarah. Namun, di balik ambisi itu, Christie tetap rendah hati. "Ini mimpi yang menjadi kenyataan, tapi kami harus cepat menyesuaikan target. Kami tidak hanya ingin ikut serta, tapi juga meninggalkan jejak," pungkasnya.



