Messi Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026: Hat-trick ke-200 Cap, Scaloni Tak Lagi Terkejut
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi mencetak hat-trick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0, menyamai rekor gol terbanyak Piala Dunia milik Miroslav Klose (16 gol).
- Pemain berusia 38 tahun itu menjadi yang pertama tampil di enam edisi Piala Dunia sekaligus pencetak hat-trick tertua dalam sejarah turnamen.
- Pelatih Lionel Scaloni mengingatkan timnya untuk tidak lengah, meski kemenangan perdana ini menjadi modal berharga menuju laga berikutnya melawan Austria.
Lionel Messi kembali menorehkan catatan monumental di pentas Piala Dunia. Dalam laga pembuka Grup C melawan Aljazair di Kansas City Stadium, Selasa (16/6) waktu setempat, megabintang Argentina itu mencetak tiga gol yang membawa timnya menang telak 3-0. Pelatih Lionel Scaloni mengaku sudah tidak lagi terkejut dengan aksi-aksi "tak terjelaskan" yang ditunjukkan kaptennya itu.
Hat-trick Messi tidak hanya memastikan tiga poin perdana bagi Argentina, tetapi juga mengukuhkan namanya di buku sejarah. Dengan koleksi 16 gol, ia kini menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia pria milik legenda Jerman, Miroslav Klose. Lebih dari itu, Messi yang menjalani caps ke-200 bersama timnas menjadi pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Duniaโsebuah pencapaian yang sulit ditandingi.
Tak berhenti di situ, pemain berusia 38 tahun itu juga mencatatkan diri sebagai pemain tertua yang berhasil mencetak hat-trick dalam sejarah turnamen. Uniknya, momen tersebut terjadi tepat 20 tahun setelah ia mencetak gol pertamanya di Piala Dunia. Scaloni, dalam konferensi pers usai pertandingan, menyebut bahwa Messi terus menunjukkan level yang sulit dijelaskan secara logika. "Dia melakukan hal-hal yang tak masuk akal, tapi saya sudah terbiasa," ujarnya.
Meski kemenangan ini menjadi awal yang sempurna, Scaloni menekankan bahwa timnya tidak boleh terlena. Ia mengingatkan bahwa dalam turnamen ini, kejutan bisa terjadi kapan saja. "Tim ini tahu siapa pun bisa mengalahkan kami. Jika Anda sedikit terlalu percaya diri, lawan mana pun bisa menang. Di Piala Dunia ini, hal-hal aneh dan sulit terjadi. Jika kami melakukan segalanya dengan benar, akan sulit bagi lawan untuk mengalahkan kami," kata pelatih berusia 47 tahun itu.
Scaloni juga menyoroti pentingnya chemistry tim sebagai faktor kunci di balik performa apik Argentina. Menurutnya, ikatan antarpemainlah yang membuat mereka mampu bertahan saat situasi sulit. "Kemenangan ini berkat kekompakan. Kami saling percaya dan itu terlihat di lapangan," tambahnya.
Bagi Indonesia, pencapaian Messi ini menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi dan dedikasi dalam karier seorang atlet. Di tengah gempuran pemain muda, Messi membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus bersaing di level tertinggi. Pelajaran ini relevan bagi pengembangan sepak bola nasional, di mana regenerasi pemain seringkali menjadi tantangan.
Argentina kini bersiap menghadapi laga kedua melawan Austria di Arlington, Texas, pada 22 Juni. Scaloni menegaskan bahwa perjalanan masih panjang. "Masih jauh untuk mencapai akhir. Tapi selalu baik memulai dengan kemenangan; itu pasti memperkuat segalanya," pungkasnya. Pertanyaannya, mampukah Messi dan kawan-kawan mempertahankan momentum ini hingga akhir turnamen?



