Austria Siap Bayar Penantian 28 Tahun di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Austria kembali ke Piala Dunia setelah absen sejak 1998, dengan skuad bertabur bintang seperti David Alaba dan Nicolas Seiwald.
- Pelatih Ralf Rangnick sukses membangun kekompakan tim, dibuktikan dengan rekor impresif di kualifikasi: enam kemenangan dari delapan laga.
- Perpanjangan kontrak Rangnick hingga 2028 memberi stabilitas jangka panjang, memungkinkan fokus penuh pada target lolos dari grup berat berisi Argentina, Aljazair, dan Yordania.
Setelah 28 tahun absen dari panggung terbesar sepak bola dunia, Austria akhirnya kembali merasakan atmosfer Piala Dunia. Tim asuhan Ralf Rangnick akan memulai perjuangan mereka di Grup J melawan Yordania, dengan ambisi besar untuk tidak sekadar menjadi peserta.
Kali terakhir Austria tampil di Piala Dunia adalah pada 1998 di Prancis. Saat itu, Rangnick baru saja membawa Ulm promosi ke divisi dua Jerman, kapten David Alaba masih duduk di bangku taman kanak-kanak, dan gelandang Nicolas Seiwald bahkan belum lahir. Kini, skuad yang disebut-sebut sebagai salah satu yang paling bertalenta dalam sejarah Austria siap membayar lunas penantian panjang tersebut.
Rangnick, yang mengambil alih tim pada 2022, berhasil menyulap sekelompok pemain berbakat menjadi unit yang kompak dan solid. Hasilnya terlihat pada kualifikasi Piala Dunia 2026: Austria memenangi enam dari delapan pertandingan dengan selisih gol +18. Catatan ini menjadi modal berharga menghadapi lawan-lawan berat di Grup J, termasuk juara bertahan Argentina, raksasa Afrika Aljazair, dan debutan Yordania.
Meski antusiasme tinggi, para pemain menyadari tantangan yang menanti. Striker Michael Gregoritsch mengingatkan bahwa setiap laga di Piala Dunia membutuhkan performa puncak. "Mereka semua tim bagus. Anda harus tampil maksimal di setiap pertandingan untuk sukses," ujarnya. Gelandang Xaver Schlager menambahkan, tekanan yang ada justru bersifat positif, lebih sebagai antisipasi untuk mengalami sesuatu yang luar biasa.
Kekompakan tim menjadi salah satu kunci yang disorot Schlager. "Semakin baik tim bermain, semakin baik Anda tampil sebagai individu. Sepak bola tetaplah olahraga tim. Ini tentang kesuksesan tim," katanya. Semakin jauh langkah Austria, semakin besar kebanggaan yang akan mereka bawa pulang.
Kabar baik datang dari perpanjangan kontrak Rangnick hingga 2028, yang disambut positif oleh seluruh skuad. Gregoritsch menyebutnya sebagai keputusan yang sangat baik, penting, dan tepat waktu. Kapten Alaba pun memuji langkah tersebut, menilai stabilitas ini tidak hanya menguntungkan tim nasional, tetapi juga sepak bola Austria secara keseluruhan untuk tahun-tahun mendatang.
Dengan masa depan pelatih yang sudah pasti, Austria kini bisa fokus penuh pada turnamen. Rangnick sendiri mengaku akan menikmati momen debutnya di Piala Dunia, meski harus menahan euforia di luar. "Saya ingin menikmatinya dan merayakannya dalam hati, meski tidak bisa menunjukkannya di luar. Terserah kami untuk memastikan bahwa kami punya sesuatu untuk tersenyum setelah pertandingan," ujarnya dalam konferensi pers menjelang laga melawan Yordania.
Pertanyaan besarnya: mampukah Austria mengulang kejutan seperti yang dilakukan Kosta Rika atau Kroasia di masa lalu? Atau akankah mereka hanya menjadi pelengkap di grup neraka? Jawabannya akan mulai terungkap saat mereka menghadapi Yordania dalam laga pembuka.



