Arsenal Incar Gelandang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi: Mitra Baru Declan Rice?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan tengah merampungkan negosiasi personal terms dengan gelandang Lille, Ayyoub Bouaddi, yang banderolnya mencapai £80 juta.
- Bouaddi, yang baru berusia 18 tahun, dinilai sebagai gelandang bertahan murni yang bisa membebaskan Declan Rice untuk bermain lebih ofensif.
- Kehadiran Bouaddi diharapkan menambah kedalaman skuad Arsenal yang kelelahan di akhir musim, terutama di lini tengah.

Arsenal dikabarkan semakin serius dalam perburuan gelandang muda Lille asal Maroko, Ayyoub Bouaddi. Klub asal London Utara itu disebut telah memulai negosiasi personal terms dengan pemain berusia 18 tahun tersebut, yang diperkirakan membutuhkan dana transfer antara £70 juta hingga £80 juta untuk mengamankan jasanya.
Ketertarikan Arsenal pada Bouaddi bukanlah hal baru. Direktur olahraga Andrea Berta dilaporkan telah lama memantau perkembangannya di Ligue 1. Performa impresif Bouaddi saat membela Maroko melawan Brasil di Piala Dunia pekan lalu semakin mengonfirmasi potensi besarnya. Dalam laga debut Piala Dunia tersebut, ia tampil gemilang melawan tim tersukses dalam sejarah turnamen.
Kebutuhan Arsenal akan gelandang baru semakin mendesak setelah Declan Rice menjalani perawatan suntikan untuk mengatasi masalah punggung di akhir musim. Selain itu, Martin Zubimendi yang menjadi mitra utama Rice di lini tengah mulai menunjukkan penurunan performa akibat padatnya jadwal pertandingan. Hanya Rice sendiri yang menit bermainnya lebih banyak di antara pemain outfield lainnya.
Bouaddi dinilai sebagai solusi ideal. Ia adalah gelandang bertahan murni (no.6) yang tidak terlalu produktif dalam hal gol atau assist—musim lalu ia tidak mencetak gol dan hanya satu assist—namun unggul dalam tekel dan kemampuan membawa bola. Postur tubuhnya yang tinggi (6 kaki 2 inci) memberinya jangkauan luas, mirip dengan Patrick Vieira atau Abou Diaby. Seperti diungkapkan penulis Arsenal Adam Keys, "Bouaddi memiliki kaki panjang ala Vieira/Diaby yang memungkinkannya merebut bola dari berbagai arah dan menusuk ke tengah dengan langkah lebar."
Kehadiran Bouaddi akan memberikan opsi rotasi bagi Zubimendi sekaligus menambah kedalaman skuad. Rice sendiri pernah mengaku senang bermain bersama Zubimendi, namun ia juga membutuhkan dukungan lebih agar tidak kelelahan. Dengan Bouaddi, Rice bisa lebih leluasa bergerak maju sebagai gelandang serang (no.8), peran yang telah ia jalani dengan baik dalam dua musim terakhir.
Meski demikian, Arsenal harus bersaing dengan klub-klub besar Premier League lainnya seperti Chelsea, Liverpool, dan Manchester United yang juga memantau situasi Bouaddi. Namun, langkah awal negosiasi personal terms yang positif memberikan indikasi bahwa Arsenal berada di jalur yang tepat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Jika berhasil, Bouaddi akan menjadi rekrutan termahal kedua klub setelah Declan Rice. Pertanyaannya, akankah The Gunners berani menggelontorkan dana besar untuk pemain semuda itu, atau justru akan mencari alternatif yang lebih murah?



