Everton Siap Lepas Thierno Barry demi Ayase Ueda: Bomber Jepang Seharga Rp600 Miliar Jadi Target
Baca dalam 60 detik
- Everton mulai bergerak mendatangkan penyerang timnas Jepang, Ayase Ueda, dari Feyenoord dengan banderol Rp600 miliar.
- Thierno Barry, yang dibeli Rp540 miliar musim lalu, hanya mencetak dua gol Liga Inggris sejak Januari dan diminati RB Leipzig.
- Ueda, dengan 26 gol musim ini, dinilai sebagai solusi jangka pendek yang lebih siap dibandingkan Barry yang masih mentah.

Everton dikabarkan telah memulai negosiasi untuk merekrut penyerang timnas Jepang, Ayase Ueda, dari Feyenoord dengan nilai transfer mencapai £30 juta atau sekitar Rp600 miliar. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajemen The Toffees mulai kehilangan kesabaran terhadap performa Thierno Barry yang inkonsisten di lini depan.
Thierno Barry, yang direkrut dari Villarreal seharga £27 juta pada musim panas lalu, hanya mampu mencetak delapan gol di seluruh kompetisi. Catatan itu terbilang buruk mengingat ia tampil di setiap pertandingan Premier League sejak Januari, namun hanya dua kali menjebol gawang lawan. Ketajaman yang minim membuat Everton terpuruk di peringkat ke-13 klasemen akhir musim 2025/26, jauh dari target Eropa yang diimpikan.
Menurut laporan Paul Joyce dari The Times, RB Leipzig telah mendekati Everton untuk memboyong Barry musim panas ini. Tawaran yang menggiurkan bisa membuat pemilik baru Everton, Friedkin Group, rela melepas pemain berusia 22 tahun tersebut. Namun, kepergian Barry otomatis memaksa Everton mencari pengganti yang lebih siap tempur.
Nama Ayase Ueda muncul sebagai kandidat utama setelah Everton melakukan pemantauan intensif selama beberapa bulan terakhir. Striker berusia 27 tahun itu sedang memimpin lini serang Jepang di Piala Dunia 2026, setelah musim gemilang bersama Feyenoord. Dengan postur 183 cm, Ueda tidak hanya tajam di udara, tetapi juga kreatif dalam membangun serangan—rata-rata ia menciptakan peluang bagi rekan setimnya secara konsisten.
Pilihan Everton jatuh pada Ueda karena faktor kesiapan instan. Berbeda dengan Barry yang masih perlu diasah, Ueda dianggap sebagai pemain matang yang bisa langsung memberikan dampak. “Dia bukan pemain muda, tapi masih memiliki beberapa musim puncak di depannya,” tulis analis TEAMtalk. “Ueda bisa menjadi ujung tombak lengkap yang selama ini dicari Everton.”
Bandingkan dengan opsi lain seperti Liam Delap dari Chelsea yang dibanderol £40 juta. Delap baru saja menjalani musim buruk, sehingga risikonya jauh lebih besar. Ueda, dengan harga lebih murah dan performa stabil, dinilai sebagai investasi yang lebih cerdas.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Everton ini menarik karena Ueda adalah salah satu bintang Asia yang kini bersinar di panggung dunia. Jika transfer jadi terwujud, ia akan menjadi pemain Jepang ketiga yang merumput di Premier League setelah tak terhitung banyaknya pemain Asia lainnya. Keberhasilan Ueda di Inggris bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Tanah Air yang bercita-cita menembus liga top Eropa.
Pertanyaan besarnya: apakah Ueda mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League? Ataukah Everton justru akan menyesal melepas Barry yang suatu saat bisa menjadi bintang? Musim depan akan menjadi jawabannya.



